100 Terapis Spa Ikuti Uji Kompetensi di Sukoharjo

(Solopos - Bayu Jatmiko Adi)
17 Agustus 2018 17:40 WIB Bayu Jatmiko Adi Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO--Sebanyak 100 terapis spa di Soloraya mengikuti uji kompetensi, Rabu (15/8/2018). Pemerintah mendorong semua terapis di Indonesia memiliki sertifikat agar bisa bersaing di tingkat internasional sekaligus bisa membendung masuknya tenaga kerja asing.

Analis Kebijakan Kementerian Pariwisata, Duta Indra Siregar, mengatakan sejak 2017 menargetkan 65.000 tenaga kerja bidang pariwisata tesertifikasi. Kemudian di 2018 ditargetkan 75.000 tenaga kerja tesertifikasi. Dia mengatakan saat ini sudah ada sekitar 25.000 tenaga kerja bidang pariwisata yang telah tersertifikasi. Tenaga kerja di bidang pariwisata tersebut di antaranya adalah tenaga kerja di spa, hotel, restoran, penandu wisata dan sebagainya.

"Itu kami sertifikasi melalui LSP [Lembaga Sertifikasi Profesi] yang ada yang terakreditasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi [BNSP]. Kami kejar tayang agar target 75.000 bisa tercapai," kata dia saat ditemui di tempat uji kompetensi (TUK) Nest Bina Bangsa, Cemani, Grogol, Sukoharjo, Rabu.

Dia memprediksi target tersebut akan terus meningkat. Melalui uji kompetensi, diharapkan tenaga kerja lokal bisa bersaing dengan tenaga kerja asing. "Dengan begitu harapannya bisa membendung masuknya tenaga kerja asing. Kompetensi ini penting sebab dengan bekal sertifikat kompetensi, selain bisa bekerja di dalam negeri juga diakui di luar negeri," kata dia.

Sementara itu Kepala Bidang Sertifikais LSP Spa Nasional, Tenri Duppawati, mengatakan jumlah peserta uji kompetensi ini terdiri atas 100 orang, yang terdiri atas pekerja profesi terapis SPA yang menyebar di wilayah Soloraya dan sekitarnya.

Uji kompetensi tersebut dilaksanakan melalui beberapa tahapan, antara lain permohonan peserta, verifikasi berkas, assesment mandiri, serta proses pengumpulan bukti berupa tes observasi dan ujian tertulis yang dilaksanakan pada 15-16 Agustus 2018 di TUK Nest Bina Bangsa.

"Bagian yang dinilai pada uji kompetensi tersebut adakah pengetahuan, keterampilan dan etika," kata dia. LSP Spa Nasional berharap dengan program uji kompetensi dari Kementerian pPariwisata ini dapat meningkatkan kesadaran para pekerja profesi spa dan para perusahaan yang bergerak di bidangnya untuk mengikuti dan menyadari pentingnya program ini.

Christina Ika selaku Pengelola Nest Bina Bangsa yang juga Ketua (Asosiasi Spa Terapis Indonesia (ASTI) Soloraya, mengatakan jumlah peserta uji kompetensi terapis spa tersebut tiap tahunnya selalu bertambah. Untuk Soloraya pada tahun lalu hanya ada 50 peserta.

Sedangkan kuota di tingkat Jawa Tengah tahun lalu ada 100 orang, tahun ini menjadi 200 orang. "Sedangkan untuk TUK di Jawa Tengah hanya ada dua, yaitu di sini [TUK Nest Bina Bangsa] dan di Semarang," kata dia.