Pesona Candi Sojiwan Klaten Bikin Turis Berdatangan

Pengunjung bermain di salah satu wahana Taman Wisata Candi Sojiwan, Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan. (Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
17 Agustus 2018 20:00 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Desa Kebondalem Kidul merupakan salah satu desa di Kecamatan Prambanan. Berdasarkan data yang dihimpun dari Kecamatan Prambanan dalam Angka 2017, Kebondalem Kidul memiliki luas wilayah sekitar 94,5 ha dengan jumlah penduduk sekitar 3.643 jiwa.

Kebondalem Kidul merupakan salah satu desa di Prambanan yang memiliki peninggalan bersejarah berupa candi. Di Dukuh Kalongan, berdiri Candi Sojiwan yang rampung dipugar pada 2011 lalu. Candi itu memiliki relief dengan kisah digambarkan melalui sosok binatang atau fabel. Pesona candi itu yang membuat turis lokal maupun mancanegara berdatangan.

Memanfaatkan salah satu potensi peninggalan bersejarah, pemerintah desa setempat membangun Taman Wisata Candi Sojiwan di barat candi tersebut. Taman itu berdiri di tanah kas desa seluas 8 hektare (ha) dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Murakabi.

Taman dilengkapi beragam fasilitas seperti gazebo, spot selfie berlatar belakang Candi Sojiwan, hingga beragam wahana permainan memanfaatkan ban bekas. Pohon-pohon ditanam di sekitar taman meski belum rindang.

Sekretaris BUM Desa Murakabi, Siti Sriyanti, mengatakan pengembangan taman itu dilakukan sejak 2017 lalu. Hingga kini, pengembangan taman itu terus dilakukan diantaranya dengan membangun limasan untuk pusat oleh-oleh dan kuliner serta camping ground serta melengkapi mainan anak-anak yang ada di taman.

Siti menjelaskan selama ini keberadaan taman direspons positif para pengunjung. Mereka berdatangan terutama ketika sore hari sembari menikmati matahari tenggelam dan keindahan Candi Sojiwan.

Soal biaya masuk ke taman tersebut, Siti mengatakan ditetapkan tarif Rp5.000/orang sejak dua hari sebelum Lebaran. “Selain dari warga lokal, wisatawan mancanegara juga ada yang datang ke taman seperti wisatawan asal Jepang,” kata Siti saat ditemui Solopos.com di Kebondalem Kidul belum lama ini.

Siti berharap ada pengalihan pintu masuk Candi Sojiwan melalui taman yang dikembangkan desa. Dengan cara tersebut, para pengunjung candi bisa berdatangan ke Sojiwan sembari menikmati wahana yang ada di taman hingga mendongkrak perekonomian warga setempat. Harapan kami pintu masuk candi bisa dialihkan dari barat. Dengan cara itu, jumlah pengunjung bisa terdongkrak,” kata dia.

Ketua Desa Wisata Kebondalem Kidul, Muh. Mabrur Dewantara, mengatakan keberadaan taman tersebut bisa menunjang beragam kegiatan warga. Salah satunya agenda rutin di desa setempat yakni Festival Candi Sojiwan.

Dari hasil evaluasi bersama seluruh elemen warga termasuk perangkat desa dan kades, kawasan taman itu menjadi pusat seluruh kegiatan warga mulai dari kesenian hingga olahraga,” kata Mabrur.

Tokopedia