Saat Napi di Wonogiri Sesekali Keluar Sel Bantu Warga Bangun Jalan dan Masjid

Narapidana Rutan Kelas IIB Wonogiri yang tergabung dalam Pasukan Merah Putih Narapidana melakukan bakti sosial di Dusun Donoharjo, Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri, beberapa waktu lalu. (Ist)
17 Agustus 2018 17:48 WIB Ichsan Kholif Rahman Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI—Sedikitnya sepuluh narapidana Rutan Kelas IIB Wonogiri berkesempatan keluar sel rutan dan merengsek bergabung dengan warga Dusun Donoharjo, Kelurahan Wuryorejo, Kabupaten Wonogiri.

Selama hampir sebulan, sejak 17 Juli hingga sehari menjelang Hari Kemerdekaan kemarin, mereka menjadi Pasukan Merah Putih Narapidana yang kemudian dilibatkan membantu masyarakat membangun masjid di dusun setempat dan membantu membangun infrasktruktur jalan.

Kepala Rutan Kelas IIB Wonogiri, Anggit Yongki Setiawan, saat ditemui Solopos.com, Jumat (17/8/2018), mengatakan kegiatan warga binaan pemasyarakatan sudah dimulai bulan lalu.

“Pasukan Merah Putih Narapidana membantu masyarakat membangun jalan. Selain itu, para narapidana juga membantu membangun masjid dengan didampingi para petugas,” ujarnya.

Mereka bisa membantu apa saja pekerjaan di lapangan, mulai membawa batu, mengaduk semen, atau mengecat tembok bangunan mesjid.

Dengan menjadi Pasukan Merah Putih Narapidana, diharapkan para narapidana menjadi sadar agar dapat menjadi warga negara yang baik. Dalam diri mereka juga timbul rasa tanggungjawab. Program tersebut memadukan nuansa sosial dan nasionalisme dalam satu kegiatan utuh.

Kasubsi Pelayanan Tahanan, Roni Asmoro, mengatakan warga binaan yang menjadi Pasukan Merah Putih Narapidana telah melalui proses seleksi dan syarat yang ketat. Mereka adalah napi dengan masa pidana yang akan habis, berkelakuan baik, dan tidak terjerat kasus yang mencolok.

Selama kegiatan, Pasukan Merah Putih Narapidana itu hanya diawasi dua orang petugas. Pihak rutan tidak khawatir napi bakal kabur saat kegiatan, karena kebanyakan dari mereka adalah napi yang mendekati masa bebas.

"Dengan ikut kegiatan ini harapannya warga binaan bisa menghapus stigma buruk,” ujar Roni.

Pada bagian lain, sebanyak 14 orang napi dinyatakan bebas setelah menerima sejumlah remisi umum pada Hari Kemerdekaan RI, Jumat kemarin. Selain itu ada satu orang yang bebas murni setelah menjalani masa pidananya.

Saat ini di Rutan Wonogiri terdapat 383 napi dan tahanan yang di antaranya satu orang anak dan sepuluh orang wanita. Sebanyak 261 napi di antaranya mendapatkan remisi umum pengurangan masa tahanan. Sedangkan napi korupsi sebanyak 4 orang tidak mendapatkan remisi karena tidak memenuhi syarat.

Tokopedia