Datangi Dishub Solo, Damri Siap Lepas Pengelolaan BST

Bus Batik Solo Trans. (Solopos/Dok)
18 Agustus 2018 19:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dinas Perhubungan (Dishub) Solo mengklaim sudah mendapat kepastian Perum Damri siap melepas hak pengelolaan bus Batik Solo Trans (BST) koridor 1 (Bandara Adi Soemarmo-Terminal Palur). Hal itu menyusul ketidaksiapan perusahaan pelat merah itu mengelola BST koridor 4.

Sesuai kebijakan Dishub, BST koridor 1 dan koridor 4 dijadikan satu paket yang dikelola satu operator. Jika Perum Damri tak bisa mengelola koridor 4 yang segera dioperasikan, mereka juga harus melepas pengelolaan koridor 1 yang selama ini mereka kelola.

Kepala Dishub Solo, Hari Prihatno, bercerita beberapa hari lalu General Manager (GM) Perum Damri Cabang Solo Sentot Bagus Santos didampingi Kepala Perum Damri Divisi Regional II Jawa Tengah DIY dan Kalimantan Sugeng B.P., mendatangi Kantor Dishub guna membahas kelanjutan pengoperasian bus BST koridor 4.

Hari memastikan kebijakan Dishub tetap sama yakni bus BST di koridor 1 dan koridor 4 mesti dikelola sepaket oleh satu operator. Setelah mendengar kebijakan Dishub tersebut, Kepala Perum Damri Wilayah 2 akhirnya menyatakan kesiapan untuk mundur lantaran tak sanggup mengelola bus BST koridor 4 dan koridor 1 sekaligus.

“Perum Damri Jateng sudah ber-statement secara lisan siap untuk melepas pengelolaan bus BST koridor 1. Mereka melakukan hal itu karena merasa tak mampu mengelola bus BST koridor 4. Perum Damri bersikukuh mau mengoperasikan bus BST koridor 4 jika Pemkot bersedia memberikan subsidi,” terang Hari saat diwawancarai Solopos.com, Rabu (15/8/2018).

Meski Perum Damri sudah memberikan pernyataan lisan, Dishub belum berani menghubungi pejabat PT Bengawan Solo Trans (BST). Sesuai rencana, jika Perum Damri tidak lagi mengelola BST koridor 4, pengelolaan koridor tersebut yang satu paket dengan koridor 1 akan diserahkan ke PT BST.

Hari menyatakan Dishub butuh surat pernyataan resmi lebih dulu dari Perum Damri, bukan hanya pernyataan lisan. Dia berharap Perum Damri bisa menyerahkan pernyataan hitam di atas putih dalam waktu dekat ini.

“Saya belum menerima pernyataan hitam di atas putih dari Perum Damri. Mereka baru menyampaikan statament lisan yang pada intinya memang enggan mengoperasikan bus BST koridor 4 dan siap melepas pengelolaan bus BST koridor 1. Saya tunggu surat resminya sekarang biar bus BST koridor 1 dan koridor 4 bisa segera dioperasikan PT BST,” jelas Hari.

Sementara itu, hingga berita ini diunggah, GM Perum Damri Cabang Solo, Sentot Bagus Santoso, belum bisa dimintai konfirmasi. Namun, sebelumnya Sentot pernah menyebut Perum Damri sebenarnya tidak menolak tawaran kerja sama Dishub Solo untuk mengoperasikan bus BST di koridor 4.

Perum Damri siap mengelola bus di koridor tersebut asal Pemkot memberikan subsidi. Subsidi diperlukan Perum Damri untuk mengatasi kerugian yang bakal terjadi setelah mulai mengoperasikan bus BST di jalur atau rute baru.

“Kalau sekarang Damri diharapkan bisa mengoperasikan lagi bus di koridor 4 yang dulu adalah koridor 8, saya harus seizin Direksi Perum Damri pusat. Kalau direksi mengizinkan saya pun siap. Tapi karena trayek itu rintisan, sementara dari direksi minta dibantu untuk diberikan subsidi. Saya yakin sebetulnya Pemkot sudah berusaha mengajukan ke Kemenhub tapi memang sampai sekarang belum terealisasi,” papar Sentot.

Tokopedia