Dispendukcapil Sragen Ngebut, 683 KTP Tercetak Setiap Jam

Pengambilan e-KTP yang sudah tercetak di Kantor Dispendukcapil Sragen, Jumat (17/8 - 2018). (Solopos/Tri Rahayu)
18 Agustus 2018 12:15 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Ribuan orang berjejalan di halaman Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sragen, Jumat (17/8/2018). Tak biasanya kantor pelayanan publik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen buka pada tanggal merah.

Puluhan aparatur sipil negara (ASN) sibuk dengan tugas masing-masing untuk melayani permohonan pencetakan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik.

Dispendukcapil menerjunkan tim dari 20 kecamatan untuk membantu pelayanan pencetakan KTP elektronik itu. Perwakilan kecamatan bertugas menerima berkas dari warga per kecamatan.

Berkas yang diterima dan sudah terverifikasi langsung dicetak di ruang tertutup. Ada 15 unit komputer lengkap dengan mesin cetaknya yang bekerja tanpa henti sejak pukul 08.00 WIB.

Kartu yang tercetak langsung diambil petugas untuk dibagikan kepada warga dengan memangil mereka satu per satu sesuai nama dan alamat yang tercantum dalam KTP baru itu.

“Joko Suryanto... nama ini sudah dipanggil tiga kali supaya segera ke loket,” ujar petugas di loket barat.

Ada dua loket yang beroperasi khusus untuk menyerahkan KTP elektronik yang sudah jadi. Setiap loket ada dua orang yang bertugas memanggil pemilik KTP dengan menggunakan pengeras suara. Ribuan warga itu berjubel di depan loket.

Kursi pelayanan yang disediakan Dispendukcapil sampai tidak memadai. Ratusan orang memilih berdiri dan duduk lesehan di teras kantor.

“Dalam satu jam bisa menyetak 683 keping KTP elektronik. Kami menarget selama dua hari, Jumat-Sabtu [17-18/8/2018] bisa mencetak 10.000 keping KTP elektronik. Kami menyiapkan 17 alat cetak dari 24 alat cetak yang kami miliki," kata Kepala Dispendukcapil Sragen Haryatno Wahty Lwiyanto saat ditemui wartawan seusai upacara pengibaran bendera di Stadion Taruna Sragen, Jumat.

Pelayanan sengaja dibuka pada hari libur agar jaringannya kuat dan cepat serta untuk mengisi HUT ke-73 Kemerdekaan RI. Bila target 10.000 keping itu masih kurang, Wahyu sudah menyiapkan 16.000 keping blangko KTP cadangan.

Sujanto, 24, jauh-jauh datang dari Desa Ngepringan, Kecamatan Jenar, Sragen. Ia berangkat dari rumah pukul 08.00 WIB dan tiba di Sragen pukul 08.30 WIB.

“Saya mulai membuat KTP elektronik itu sejak April lalu. Setelah proses itu, saya hanya mendapat surat keterangan [suket]. Setelah berjalan empat bulan, saya diberi tahu teman bahwa pemegang surat keterangan langsung dilayani pencetakan KTP elektroniknya. Atas dasar itulah, saya datang ke sini,” ujar Sujanto.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Wakil Bupati (Wabup) Dedy Endriyatno datang untuk meninjau pelaksanaan pembagian KTP elektronik. Yuni, sapaan Bupati, memohon maaf karena tidak bisa memberi fasilitas pelayanan yang memadai.

Dia berharap semua warga yang hadir bisa mendapat KTP elektronik semua. Yuni sempat menyerahkan KTP secara simbolis.

KTP pertama diberikan kepada Mulyanto yang telah menunggu enam bulan untuk mendapat KTP tersebut. Sri Wahyuni saat ditanya Bupati juga mengaku sudah menunggu hampir setahun baru bisa jadi sekarang. “Saya merasa senang dan alhamdulilah KTP sudah jadi,” ujarnya.