Kemenhub Turun Tangan Tengahi Kisruh Damri-Pemkot Solo soal BST

Bus Batik Solo Trans. (Solopos/Dok)
19 Agustus 2018 08:15 WIB Ivan Andimuhtarom Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bakal turun tangan menengahi permasalahan antara Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dengan Perum Damri soal pengelolaan transportasi umum bus Batik Solo Trans (BST) di Kota Bengawan.

Namun, hal itu kemungkinan baru bisa dilaksanakan seusai Asian Games 2018. Wakil Ketua Komisi III DPRD Solo, Sugeng Riyanto, mengatakan belum lama ini berkonsultasi ke Kemenhub di Jakarta membahas moda transportasi umum di Solo.

Dalam kesempatan itu, Komisi III menanyakan arahan dan orientasi kerja soal wacana aglomerasi transportasi publik. Menurutnya, ada dua hal penting yang menjadi catatan Komisi III.

Pertama, Kemenhub sudah tak lagi bisa memberikan hibah seperti tahun-tahun lalu. Tapi Kemenhub masih punya program membantu daerah dalam bentuk kendaraan. "Modelnya dengan sumbangan kendaraan ke daerah," kata dia.

Kemenhub menyatakan belajar dari pengalanan di Solo, bus besar dinilai tidak efektif. Kini kementerian mengalokasikan bus ukuran tanggung, bukan bus besar seperti yang saat ini beroperasi di Solo.

"Tapi belum ada kepastian daerah mana yang akan mendapat alokasi bus dalam program tersebut," ungkap politikus PKS itu.

Kedua, Kemenhub sudah mengetahui problem di Solo terkait kurang sinerginya Perum Damri dan Pemkot Solo. Pemkot merasa sudah memberi kordior 1. Tetapi Pemkot juga ingin koridor 1 yang dikelola Damri menjadi satu paket dengan koridor 4.

"Damri beralasan kalau masuk ke koridor IV mereka selalu rugi karena hasilnya tak menutup biaya operasional. Hingga kini problem itu belum selesai," katanya.

Untuk mengatasinya, kata Sugeng, Kemenhub berencana memanggil Pemkot Solo, Perum Damri, dan Komisi III DPRD Solo. Ia berharap masalah itu segera tuntas sehingga pelayanan transportasi publik di Solo semakin nyaman.

"Kami belum tahu kapan dipanggilnya. Dari Kemenhub menyatakan masih sibuk urus Asian Games 2018. Mungkin sesudah Asien Games berakhir," tuturnya.

Menurutnya, seusai regulasi, Pemkot Solo sudah mengelola transportasi massal pada jalur yang benar. Transportasi publik dikelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sebagai pengelola yang menjembatani Pemkot dengan pihak ketiga.