Layar Tancap Film Keberagaman, Yuk Ditonton!

Sampul Film Anak Negeri: Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo. (Instagram/ganjar_pranowo)
19 Agustus 2018 21:57 WIB Ika Yuniati Solo Share :

Solopos.com, SOLO - Yayasan Kembang Gula kembali ikut andil memeriahkan perayaan hari ulang tahun (HUT) RI dengan menggelar Festival Film Merdeka (FFM).  

Masih mengusung tema keberagaman dan kebangsaan, tahun ini mereka memilih film anak sebagai materi utama. Dilengkapi beberapa karya bergenre dewasa yang menghibur dan mendidik untuk generasi muda.

Beberapa judul yang bakal diputar di FFM antara lain The Unseen Words (2017) karya Wahyu Utami, Ruah (2017) karya Makbul Mubarak, Film Amak (2017) karya Ella Angel, dan Incang Inceng (2017) karya Kelik Sri Nugroho.

Semuanya merupakan karya terbaik yang memenangkan beberapa penghargaan seperti Piala Citra kategori Film Dokumenter Pendek dan Film Fiksi Pendek Terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2017, lolos seleksi Andalas Film Exhibition (AFE) 2017, dan nominasi 13th Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2017.

Seperti tahun pertamanya, deretan film tersebut bakal diputar dengan konsep layar tancap berkeliling ke kampung-kampung. Yang diputar sesuai dengan demografis masyarakat kampung. Ada lima titik putar film  yaitu di perkampungan Solo dan Boyolali.

Direktur Yayasan Kembang Gula Fanny Chotimah, Minggu (19/8/2018), mengatakan pembukaan digelar di Rumah Baca Sangkrah, Rabu (15/8/2018). Dalam acara tersebut panitia bekerja sama dengan Komunitas Bibit Puisi dengan membagikan bibit-bibit tanaman dengan selembar puisi.

Sementara puncak acara digelar Minggu malam di pelataran Pasar Triwindu, Ngarsopura. “Malam penutupan akan dimeriahkan oleh bintang tamu band Latar Jembar dan akan ditutup oleh Wakil Wali Kota Solo, bapak Achmad Purnomo, serta Wahyu Utami sutradara film The Unseen Word,” kata dia. 

 

Tokopedia