Meriahnya Karnaval Mobil Hias di Klaten

Espos/Cahyadi Kurniawan Suasana Karnaval Mobil Hias di Jl. Pemuda, kawasan Alun-Alun Klaten, Minggu (19/8) siang. (Solopos - Cahyadi Kurniawan)
19 Agustus 2018 20:00 WIB Cahyadi Kurniawan Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Suhu cuaca Minggu (19/8) siang kemarin menunjukkan 32 derajat Celcius. Orang-orang setia berbaris di balik pagar hitam sepanjang jalan pemuda kawasan Alun-Alun Klaten menanti konvoi mobil hias lewat.

Konvoi mobil hias dibuka oleh kontingen dari Kecamatan Delanggu. Daerah penghasil beras ini menampikan sejumlah seni instalasi menyerupai arsitektur joglo di atas mobil pikap. Di mobil itu terdapat dua patung tokoh mirip Srikandi sedang memegang busur panah. Tak lupa, sejumlah perempuan duduk di instalasi mengenakan kostum Srikandi sembari memegang busur panah.

Menyusul di barisan berikutnya, kontingen RS PKU Muhammadiyah Delanggu dengan tim Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC). Di hadapan Bupati Klaten Sri Mulyani dan jajaran Forkompimda, sejumlah peserta berpakaian oranye memperagakan simulasi penanganan korban. Dalam hitungan detik, korban sudah ditandu dibawa ke dalam ambulans.

Karnaval terus berjalan disusul oleh kontingen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten, personel Pemadam Kebakaran (Damkar) hingga Dinas Kesehatan. Barisan Unit Layanan Disabilitas (ULD) Penanggulangan Bencana pun turut memeriahkan karnaval menggunakan sepeda motor roda tiganya. Iring-iringan BPBD Klaten menjadi pembuka instalasi raksasa miniatur gunung Merapi. Instalasi berwarna abu-abu bertekstur kasar dengan rekahan besar di puncaknya menjadi ciri khas gunung Merapi. BPBD mengusung tema Amrih Lestari Rinengkuh Merapi.

Tak hanya itu, Komunitas Mancing Mania Klaten (KMMK) juga menghadirkan replika ikan di mobil pikap. Ikan itu digambarkan sedang memakan umpan pemancing atau dikenal dengan istilah strike. Seorang pemanding berdiri di mobil lain dengan pancing dan tambang raksasa. Ikan diperagakan sedang melawan tarikan kail atau ikut tertarik dengan memainkan gas dan rem secara tiba-tiba serta berjalan sedikit berkelok. Aksi itu kontan mengundang riuh rendah tawa hadirin.

Karnaval hari itu diikuti oleh 54 kontingen dari berbagai elemen mulai organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga kesehatan, pemerintah kecamatan, perusahaan daerah, swasta, dan beragam kounitas seperti Volunteer Jalan Indonesia Bangkit (Vorjib), KMMK, Klaten Classic Community, dan lainnya.
“Semua orang bersuka cita memamerkan karya untuk menghibur warga Klaten dan sekitarnya. Karnaval ini menjadi bagian dari peringatan HUT ke-73 RI dan peringatan Hari Jadi ke-214 Kabupaten Klaten,” kata Bupati Klaten, Sri Mulyani, saat ditemui wartawan di sela-sela acara.

Pada kesempatan itu, hadir pula anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Kadarwati. Ia berharap potensi yang dipamerkan bisa ditambah merambah ke kuliner. Sebab, kuliner menjadi salah satu bagian dari promosi pariwisata Klaten. “Ajang karnaval ini menjadi cara promosi ke publik khususnya bidang kuliner,” tutur Kadarwati.

Tokopedia