Pasar Bung Karno Wonogiri Juara II Lomba Pasar Rakyat Jateng

Pejabat Pemprov Jateng menyerahkan piala juara II Kompetisi Pasar Rakyat 2018 kepada perwakilan Pasar Bung Karno Wonogiri di Semarang, Rabu (15/8 - 2018). (Istimewa/Agus Suprihanto)
19 Agustus 2018 09:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Pasar Bung Karno Baturetno, Wonogiri, menyabet juara II Kompetisi Pasar Rakyat Jawa Tengah 2018 yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng.

Pasar hasil revitalisasi Pasar Baturetno I tahun lalu itu memperoleh kriteria nilai tinggi pada delapan dari 11 komponen penilaian.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Kamis (16/8/2018), piala juara II diserahkan di Aula Gedung Respora lantai IV, Jl. Pahlawan No. 8, Semarang, Rabu (15/8/2018).

Berdasar penilaian, Pasar Bung Karno memperoleh total nilai 714,81 untuk 11 komponen penilaian. Komponen itu, meliputi manajemen pengelolaan pasar mendapat nilai 72 atau kriteria tinggi, kebersihan pasar dengan nilai 60 (tinggi), dan keamanan pasar mendapat nilai 96,25 (tinggi).

Komponen lainnya, kenyamanan pasar dengan nilai 60,31 (kategori tinggi), pasar berkeadilan 62,50 (sedang), fasilitas pasar 63,75 (tinggi), paguyuban pedagang 80 (tinggi), dan konektivitas pasar 30 (tinggi).

Ada pula komponen peran pasar terhadap perekonomian daerah mendapat nilai 80 (kriteria tinggi), peraturan daerah (perda) penataan pasar 60 (sedang), dan peran pemerintah daerah (pemda) dalam pengembangan pasar rakyat 50 (sedang).

Tim penilai memberi catatan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk meningkatkan tiga komponen yang mendapat kriteria nilai sedang.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (KUKM Perindag) Wonogiri, Agus Suprihanto, saat ditemui Solopos.com di kawasan kota Wonogiri, Kamis, mengatakan prestasi itu merupakan yang pertama diraih sejak 2012.

Sejak 2012 Wonogiri berpartisipasi mengikuti Kompetisi Pasar Rakyat yang digelar tiap tahun. Namun, Wonogiri tak pernah juara. Pada masa itu Pemkab selalu mengandalkan Pasar Kota Wonogiri.

“Sebenarnya bangunannya bagus. Tapi penataan pedagang di Pasar Kota Wonogiri dipandang belum bagus karena tak memakai zonasi,” kata Agus.

Dia menginformasikan penilaian Kompetisi Pasar Rakat dimulai awal Agustus lalu. Dinas KUKM Perindag bersama pedagang dan pemangku kepentingan tingkat kecamatan mempersiapkan segala sesuatunya sejak awal.

Persiapan yang dilakukan dengan mematangkan hal positif yang sudah terbangun, seperti selalu menjaga kebersihan, hubungan yang baik antarpedagang, merawat taman dalam pasar, dan sebagainya.

Ada satu hal yang kurang, yakni pedagang belum punya koperasi. Dinas KUKM Perindag akan mendorong para pedagang membentuk koperasi.

“Kami bangga sekali. Pasar yang baru jadi [revitalisasi] bisa langsung dapat juara II. Juara I diraih Pasar Rejosari, Solo, sedangkan juara III Pasar Jamu Nguter, Sukoharjo. Para pedagang sangat senang. Saking senangnya, mereka akan menunjukkan piala kepada masyarakat saat pawai pembangunan [Minggu 19/8/2018],” imbuh Agus.

Menurut Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Bung Karno, Sumarsono, prestasi itu menunjukkan para pedagang bisa bekerja sama dengan baik dengan pengelola. Alhasil, tidak ada masalah pelik.

Pedagang bisa menyesuaikan dengan konsep baru, seperti zonasi. Sumarsono mengatakan pedagang sangat dengan senang menempati Pasar Bung Karno karena fasilitasnya lengkap, seperti WC yang bagus, terdapat taman di dalam pasar, dan kebersihannya terjaga.

“Ada yang kurang, di luar belum ada penghijauan. Harapan kami pihak terkait menanam pepohonan di luar agar pasar menjadi pasar yang sehat,” ucap dia.

Berdasarkan catatan Solopos.com, Pasar Bung Karno Wonogiri direvitaliasi pada 2017 dengan dana Rp50 miliar. Luas tanah pasar tersebut 9.881 m2 sedangkan luas bangunannya 10.892 m2 dan terdiri atas dua lantai.

Para pedagang yang berjumlah 1.301 orang menempati 127 unit kios, dan 1.174 unit los. Pengunjung tercatat rata-rata 500 orang/hari. Transaksi rata-rata Rp650 juta/hari.

Tokopedia