Kebakaran Hutan Terus Bayangi Wonogiri

Petugas damkar dan BPBD memadamkan api yang membakar bekas kandang ayam di Kaliancar, Selogiri, Wonogiri, Rabu (15/8 - 2018). (Istimewa/BPBD Wonogiri)
19 Agustus 2018 15:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Kebakaran hutan dan hunian masih membayangi Wonogiri seiring belum usainya musim kemarau. Dua peristiwa kebakaran hutan terjadi di lokasi berbeda, pekan ini.

Diduga kuat kebakaran hutan terjadi akibat kelalaian manusia. Informasi yang dihimpun Solopos.com, Kamis (16/8/2018), api menghanguskan 4 hektare (ha) milik warga dan aset negara di Pancuran RT 002/RW 006, Kaliancar, Selogiri, Wonogiri, Rabu (15/8/2018).

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri mengatakan api yang membakar hutan kali pertama diketahui warga pukul 14.00 WIB. Api merambat ke kawasan sekitarnya menuju lahan milik Sumarno, 56, warga Lengking, Bulu, Sukoharjo.

Bekas kandang ayam Sumarno pun tak luput dari amukan si jago merah. Setelah mendapat laporan petugas pemadam kebakaran (damkar) Wonogiri langsung meluncur ke lokasi kejadian.

Petugas mengerahkan tiga unit mobil damkar. Mereka dibantu tim BPBD, sukarelawan, warga, dan petugas Perum Perhutani bergotong royong memadamkan api agar tak meluas ke wilayah lain. Api dapat dipadamkan pukul 17.15 WIB.

“Api menghanguskan pepohonan, seperti jati dan sengon. Kerugian yang timbul lebih kurang Rp12,5 juta,” kata Bambang.

Peristiwa yang sama terjadi di hutan di Gunung Belah dekat jalan raya Wonogiri-Nguntoronadi, Selasa (7/8/2018) lalu. Api kali pertama diketahui pengguna jalan yang melintas pukul 14.00 WIB.

Pengguna jalan tersebut lalu menginformasikan kepada BPBD yang kemudian diteruskan ke UPTD Damkar. Tak lama petugas damkar dan BPBD memadamkan api. Api menghanguskan semak belukar dan pepohonan di lahan seluas lebih kurang 500 m2.

“Diduga api berasal dari bara puntung rokok yang dibuang orang saat melintas. Di lokasi banyak semak belukar kering. Jadi, kena bara api sedikit saja bisa terbakar,” imbuh Bambang.

Berdasar catatan Solopos.com, di Wonogiri terjadi sembilan kebakaran selama Juli hingga pertengahan Agustus ini. Mayoritas peristiwa terjadi di Selogiri dan Wuryantoro.

Kebakaran di hutan tak bisa langsung teratasi setelah kali pertama diketahui karena lokasi kebakaran sulit dijangkau. Petugas harus membuka akses ke lokasi dengan berjalan kaki.

Tak jarang petugas memadamkan api dengan alat sederhana, seperti dedaunan basah dan lainnya mengingat mobil damkar tak bisa menjangkau lokasi.

Lahan yang terbakar dalam peristiwa itu mencapai lebih dari 20 ha. Dari sembilan kejadian itu kebakaran di Genukharjo, Wuryantoro, Sabtu (4/8/2018), mengakibatkan dampak terbesar, yakni menghanguskan lahan seluas lebih kurang 12 ha.

Kebakaran itu terjadi di Dusun Sumber Gayam menghanguskan lahan lebih kurang 5 ha, Jatisari 1 ha, dan Salak 6 ha. Pada hari yang sama kembali terjadi kebakaran hutan di Dusun Kenangan RT 003/RW 003, Gemantar, Selogiri.

Selain kebakaran hutan terjadi pula kebakaran rumah di Ngadirojo, Selasa (14/8/2018). Camat Ngadirojo, Agus Hendradi, menginformasikan kebakaran kali itu menghanguskan rumah Sri Lestari, 50, warga Duwet RT 001/RW 008, Mlokomanis Wetan.

Beruntung, Sri Lestari bersama empat orang lainnya yang terdiri atas anak, menantu, dan cucu tak berada di rumah sehingga mereka selamat.

“Diduga kebakaran akibat korsleting listrik. Kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta. Saat ini keluarga Ibu Sri Lestari masih mengungsi,” kata Camat.



Tokopedia