Seperti Apa Layanan Go Book di Wonogiri? Simak Ulasannya...

Pendiri Rumah Baca Sang Petualang, Wahyudi, bersama Pustaka Bergerak dan Burger Pustaka. Foto diambil beberapa waktu lalu. (Solopos - Ichsan Kholif Rahman)
19 Agustus 2018 14:48 WIB Ichsan Kholif Rahman Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI—Ada saja kreasi masyarakat untuk menumbuhkan budaya literasi. Rumah Baca Sang Petualang asal Giriwoyo, Wonogiri, salah satunya, tak henti-hentinya berinovasi menggairahkan literasi di Kota Gaplek.

Teranyar, Rumah Baca Sang Petualang mengembangkan Go Book, melayani peminjaman buku secara online. Warga semakin dimudahkan saat hendak meminjam buku, tidak harus ke Rumah Baca Sang Petualang di Desa Tirtosworo, Kecamatan Giriwoyo.

Pendiri Rumah Baca Sang Petualang, Wahyudi, kepada Solopos.com, Rabu (15/8/2018), mengatakan layanan Go Book adalah inovasi melayani warga yang ingin membaca. Pelayanan peminjaman buku tidak dipungut biaya baik biaya pengiriman maupun peminjaman.

Go Book dimunculkan karena masih banyak sekali koleksi buku yang belum terbaca atau dimanfaatkan masyarakat dengan baik.

Cakruk Baca yang dikembangkan Rumah Baca Sang Petualang di Giriwoyo, Wonogiri.

“Permohonan peminjaman dapat dilakukan melalui mengirim pesan ke nomor saya pribadi maupun media sosial milik Rumah Baca Sang Petualang,” ujar Wahyudi yang juga mengemas penjualan burger keliling dengan gerakan literasi keliling.

Untuk tahap awal, Go Book hanya akan melayani peminjaman buku di wilayah Giriwoyo dan Baturetno. Pusat layanan Go Book akan ada di sebuah warung makan dan perpustakaan masyarakat miliknya di Kecamatan Baturetno.

Namun, pada bulan berikutnya, tak menutup kemungkinan ia akan mengembangkan layanan Go Book hingga di luar dua kecamatan tersebut.

Pemesanan buku melalui daftar buku yang sudah ia sediakan sebelumnya. Kemudian, pemesanan dilayani pada pukul 08.00 hingga 17.00 WIB dan pengiriman dilakukan sehari setelahnya pada pukul 10.00 hingga 16.00 WIB.

Peminjaman maksimal tiga buku dengan waktu maksimal peminjaman dua pekan agar seluruh buku dapat terdistribusikan secara merata.

Buku-buku yang dapat dipinjam bermacam-macam baik buku mengenai sosial, budaya, pengetahuan, novel, hingga buku berisikan cara-cara untuk melakukan budidaya.

Sukarelawan

Ia menargetkan dalam satu bulan minimal 50 buku dapat dipinjam oleh masyarakat melalui layanan antar buku kepada peminjam atau Go Book secara gratis.

Ia berharap lewat gerakannya ini banyak sukarelawan yang membantu mengirimkan buku-buku. Ia berharap masyarakat menjadi gemar membaca dan sadar betapa pentingnya membaca.

Ia menilai masyarakat desa bukan malas membaca namun belum terbiasa untuk membaca dan harus segera dimulai untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan.

Tokopedia