Desa Kemusu-Desa Lemahireng Boyolali Segera Terhubung Jembatan

Warga menyeberang Sungai Serang yang membelah di Desa Kemusu dan Desa Lemahireng di Kecamatan Kemusu. Di lokasi tersebut segera dibangun jembatan penghubung yang bisa dilewati pejalan kaki, pesepeda, dan pengendara sepeda motor. (Istimewa/Pemkab Boyolali)
20 Agustus 2018 11:00 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI – Warga di Desa Kemusu dan Desa Lemahireng di Kecamatan Kemusu, Boyolali segera terhubung dengan jembatan. Saat ini mulai dibangun jembatan sepanjang 60 meter di atas Sungai Serang yang memisahkan dua desa tersebut.

Selama ini warga Desa Kemusu yang akan ke Desa Lemahireng dan sebaliknya, harus mengambil jalan lingkar yang cukup jauh di musim penghujan untuk menghindari Sungai Serang yang debit airnya cukup tinggi. Warga bisa menyebarang sungai hanya pada saat air surut atau pada musim kemarau.

“Selama ini warga harus mengambil jalan putar yang cukup jauh agar bisa menuju antardesa. Sehingga jembatan ini sangat dibutuhkan agar jarak tempuh mereka lebih pendek,” ujarnya.

Dengan lebar lebar 1,85 meter, jembatan yang kedua ujungnya berlokasi Dukuh Kedungsari, Desa Kemusu dan Dukuh Kedungaron, Desa Lemahireng ini nantinya bisa dilewati pejalan kaki, pesepeda, dan pengendara sepeda motor.

Peletakan batu pertama jembatan itu dilakukan Bupati Boyolali Seno Samodro, Wakil Bupati M. Said Hidayat, Ketua DPRD S. Paryanto bersama sejumlah pejabat lainnya, Minggu (19/8/2018).

Paryanto saat dihubungi Solopos.com seusai acara mengatakan, jembatan ini nantinya memberi kemudahan bagi para siswa saat berangkat-pulang ke sekolah. Selain itu pembangunan jembatan juga diharapkan mempermudah mobilisasi warga dalam perekonomian sehingga kesejahteraan mereka dapat lebih meningkat.

“Harapannya, para siswa bisa berangkat ke sekolah dengan jarak tempuh yang pendek. Mobilitas penduduk juga meningkat sehingga ekonomi menggeliat dan kesejahteraan akan meningkat,” imbuhnya.

Paryanto menambahkan, jembatan yang akan diberi nama Nawacita itu dibangun tidak menggunakan dana APBD, melainkan dana pribadi keluarga Seno Samodro. “Jembatan ini dibangun bukan dari dana APBD tetapi dana dari Seno Kusumoharjo [kakak Seno Samodro], nilainya Rp2 miliar lebih,” kata dia.

Sementara itu, Seno Samodro berharap jembatan ini selesai akhir tahun dan segera dimanfaatkan warga. “Saya cukup trenyuh. Tanpa ada jembatan ini warga masyarakat untuk meraih pendidikan harus memutar jauh. Harapan saya jembatan ini pada akhir tahun sudah jadi, sehingga kendala jarak ini teratasi,” terang Seno singkat sebagaimana disampaikan dalam rilis Pemkab.

Salah seorang warga, Pardi, yang ditemui seusai menyeberang sungai dengan berjalan kaki mengungkapkan rasa senangnya. “Alhamdulillah seandainya saya pegi ke Kemusu tidak perlu nyebrang [sungai]. Soalnya kalau banjir harus ambil jalan memutar, tidak berani menyeberang,” ujarnya.