Gara-Gara Ini Kades Gadungan Klaten Dapat SP 1

Seribuan perangkat desa Klaten menghadiri peringatan ulang tahun ke-12 PPDI dan halalbihalal di Gedung Sunan Pandanaran, Klaten, Rabu (20/6 - 2018). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)
20 Agustus 2018 20:00 WIB Cahyadi Kurniawan Klaten Share :

Solopos.com, KLATENKepala Desa Gadungan, Kecamatan Wedi, Klaten, Cahyo Herlambang Nusantara, menerima surat peringatan (SP) I atas tindakannya menolak melantik sekretaris desa nomor 1, Rivandia Yudha Pahlevy, dalam seleksi perangkat desa April lalu. Kades enggan melantik lantaran Rivandia sudah mengundurkan diri.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten, Ronny Roekminto, mengatakan surat teguran pertama atau SP 1 diberikan Camat Wedi kepada Kades Gadungan. Dengan surat itu, ia berharap Kades mau melantik sekdes Rivandia. Ia menilai pemberian SP 1 diberikan lantaran ia tidak melaksanakan perintah Bupati.

Dari teguran pertama ini kami beri waktu 14 hari. Mudah-mudahan ada perubahan agar kembali ke jalan yang benar. Jika belum ada perubahan, kami berikan terguran kedua dan seterusnya,” kata dia, saat ditemui wartawan di Desa Wangen, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Senin (20/8/2018).

Ia menjelaskan kewenangan melantik sekdes ada di kades. Jika kewenangan itu bisa dilakukan pemerintah kabupaten, pelantikan akan diambil alih. Soal sikap Kades Gadungan yang bersikukuh enggan melantik sekdes akan dikoordinasikan dengan Inspektorat. Ia berpendapat penolakan oleh kades itu lantaran kades khawatir ada dampak hukum berupa gugatan dari warga desa seusai melantik Sekdes Rivandia.

Ia memastikan jika ada gugatan hukum, Pemkab Klaten siap memberikan bantuan hukum. Sebaliknya, jika Kades tetap tak mau melantik, ia menyerahkan kasus itu kepada Inspektorat. “Kami sudah berembuk dengan Inspektorat. Jika tetap tidak diindahkan, kami limpahkan ke Inspektorat,” tutur Ronny.

Saat dimintai konfirmasi wartawan, Kades Gadungan, Cahyo Herlambang Nusantara, membenarkan soal teguran itu. Ia menerima surat itu sekitar sepekan lalu. Dalam surat itu ia diberi waktu dua pekan untuk melantik Sekdes Rivandia. “Tapi saya tetap enggak mau melantik karena yang bersangkutan [Rivandia] sudah mengundurkan diri,” kata Cahyo.

Ia menyatakan siap mengambil risiko atas keputusannya. Penolakan melantik itu karena ia lebih mengutamakan amanat warga desa atas pengangkatannya sebagai Kades. “Saya siap menerima risikonya. Selama ini komunikasi dengan Camat dan Pemkab tetap berjalan baik. Proses pemerintahan desa juga berjalan lancar,” ujar Kades.

Tokopedia