Jatah Air ke Pelanggan Terancam Digilir, Ini Penjelasan PDAM Wonogiri

ilustrasi air PDAM. (Solopos/Dok)
20 Agustus 2018 16:35 WIB Ichsan Kholif Rahman Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI—Pasokan air untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Giri Tirta Sari Wonogiri mulai mengalami penurunan.

Pasokan air kepada pelanggan pun terancam digilir. Puncak kemarau yang diperkirakan masih akan berlangsung membuat PDAM Wonogiri menyiapkan beberapa langkah antisipasi.

Direktur PDAM Giri Tirta Sari Wonogiri, Sumarjo, saat ditemui Solopos.com, di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu mengatakan hingga saat ini ketersediaan air baku di Wonogiri mulai menurun hingga 25 liter/detik.

“Air baku terdiri dari mata air, sumur dalam pompa, waduk, dan sungai seluruhnya mengalami penurunan, pada puncak musim kemarau penurunan pasokan air baku bisa mencapai 46 liter/detik,” ujar Sumarjo.

Saat puncak kemarau, PDAM Giri Tirta Sari akan melakukan berbagai upaya agar pelanggan tetap mendapatkan air. Upaya tersebut dilakukan dengan pembagian jatah air .

Pelanggan yang biasanya mendapat aliran air selama 24 jam, akan dilakukan pembatasan menjadi hanya 15 jam. Apabila kondisi tidak memungkinkan pembagian jatah air akan dilakukan bergilir dengan sosialiasi terlebih dahulu namun ia berharap hal tersebut tidak terjadi pada tahun ini.

Ia mengimbau pelanggan untuk membuat tandon air sebagai langkah menghadapi musim kemarau. Dengan adanya tandon, ketika ada pembagian air secara bergiliran, maka para pelanggan masih memiliki persediaan air untuk memenuhi keperluan sehari-hari.

Saat ini PDAM Giri Tirta Sari memiliki dua buah truk tangki yang siap memasok air kepada pelanggan yang mengalami kendala dengan aliran air. Hingga bulan lalu tercatat 36.110 pelanggan memilih menggunakan air dari PDAM Giri Tirta Sari.