Solopos Hari Ini: Pundi-Pundi Emas Masih Menanti

Harian Umum Solopos edisi Selasa (21/8 - 2018).
21 Agustus 2018 10:30 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Baru dua hari setelah pembukaan Asian Games 2018, Indonesia langsung mendulang empat medali emas di pesta olahraga multievent terbesar se-Asia ini. Tiga atlet Indonesia mengikuti jejak Defia Rosmaniar yang menyumbang medali emas pertama bagi Indonesia dari cabang olahraga taekwondo.

Mereka adalah Lindswell Kwok dari cabang wushu, serta dua pembalap sepeda downhill, Tiara Andini Prastika dan Khoiful Mukhib. Empat medali emas ini sudah menyamai pencapaian Indonesia pada Asian Games sebelumnya, di Incheon, Korea Selatan, pada 2014 silam. Jumlah perolehan medali emas tersebut sekaligus yang terbanyak bagi Indonesia sejak Asian Games 1998, di Bangkok, Thailand.

Kabar tentang prestasi atlet Indonesia di Asian Games 2018 menjadi headline di Harian Umum Solopos edisi hari ini, Selasa (21/8/2018), dan dapat disimak secara lengkap di: E-Paper Solopos. Selain itu, kabar kemenangan Timnas U-23 Indonesia di cabor sepak bola putra Asian Games 2018 juga menjadi sorotan utama pada Harian Umum Solopos edisi hari ini.

Fokus UEA, Garuda Muda!

Timnas Indonesia U-23 melakukan comeback sensasional untuk mengakhiri laga dengan skor 3-1 setelah sempat tertinggal 0-1 dari Timnas Hong Kong U-23 pada laga terakhir penyisihan Grup A cabang sepak bola Asian Games 2018 di Stadion Patriot Candrabaga, Bekasi, Senin (20/8/2018). Tampil terus menekan pertahanan lawan, Indonesia justru tertinggal 0-1 hingga babak pertama usai.

Lau Hok-Ming mencetak gol bagi Hong Kong pada menit ke-38. Indonesia patut berterima kasih kepada Stefano Lilipaly yang turut andil dalam proses lahirnya tiga gol untuk Indonesia pada babak kedua. Lilipaly mencetak satu gol pada menit ke-85 dan dua assist masing-masing kepada Irfan Jaya pada menit ke-46 dan Hanif Sjahbandi pada menit ke-90+4.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, dampak proyek Penanganan Banjir Kota Solo Paket 1 yang mengharuskan warga bantaran Kali Pepe di wilayah Kelurahan Gandekan, Jebres, Solo harus pindah awal September 2018 menjadi sorotan utama. Selain itu, ada kabar tentang pertujukan seni di Klaten yang menjadi headline pada halaman Soloraya.

September Harus Pindah

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) berharap warga bantaran Kali Pepe di wilayah Kelurahan Gandekan, Jebres, Solo, yang terdampak proyek Penanganan Banjir Kota Solo Paket 1 (Kali Pepe Hilir) sudah pindah awal September mendatang. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Penanganan Banjir Kota Solo BBWSBS, Arlendenovega Satria N., mengatakan keberadaan warga Gandekan yang masih bertahan di rumah yang berdiri di wilayah bantaran Kali Pepe cukup menghambat proses pengerjaan manteling atau penguatan tebing sungai.

Dia sempat mendengar kabar warga Gandekan berencana pindah awal September 2018. Vega, sapaan akrab Arlendonovega, berharap rencana itu bisa benar benar direalisasikan oleh warga maupun Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Kolaborasi Seni dan Kuliner di Jalanan

Malam mulai menggantikan petang, namun Jl. Masaran– Cawas, Klaten, justru makin ramai. Setelah maghrib, jalan ditutup mulai dari simpang tiga Terminal Cawas hingga simpang empat Jagalan. Di ruas itu, berdiri empat panggung yakni di dekat Terminal Cawas, depan Pasar Masaran Cawas, dekat jembatan dan di persimpangan Jagalan.

Masing-masing panggung menyajikan berbagai hiburan kesenian mulai dari orkes dangdut, campursari, gejok lesung, hingga ketoprak. Sedangkan, di sisi kiri dan kanan jalan berderet puluhan pedagang aneka jenis kuliner mulai dari bakso bakar, sate ayam, ditambah minuman ronde atau jus buah. Banyak warga duduk-duduk di aspal dengan selembar tikar menanti pertunjukan ketoprak Dadak Budaya dengan lakon Sudira Winisuda di halaman Pasar Masaran Cawas.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Tokopedia