Warga Weru Sukoharjo Minta Jembatan Permanen

Sejumlah pengendara sepeda motor melewati jembatan sasak yang menghubungkan wilayah Weru, Sukoharjo-Cawas, Klaten di Dusun Nglirik, Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, Minggu (19/8 - 2018). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
21 Agustus 2018 05:00 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO – Sejumlah warga di Dusun Nglirik, Desa Tegalsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, mendesak jembatan sasak yang menghubungkan wilayah Weru, Sukoharjo-Cawas, Klaten dibangun permanen. Jembatan itu menjadi akses alternatif warga kedua wilayah itu.

Jembatan sasak yang terbuat dari anyaman bambu dibuat warga setempat secara gotong royong. Jembatan sepanjang sekitar 25 meter itu dibangun di anak Kali Dengkeng yang melintasi wilayah Desa Tegalsari, Weru, Sukoharjo. Selama puluhan tahun, warga memanfaatkan jembatan sasak itu untuk memangkas waktu tempuh perjalanan.

Lantaran berusia tua, kini kondisi jembatan rusak dan tak bisa dilewati warga kedua daerah. Mereka harus memutar arah dengan waktu tempuh perjalanan lebih dari 20 menit. “Jika melewati jembatan sasak, waktu tempuh perjalanan kurang dari Weru-Cawas tak lebih dari lima menit. Jadi jembatan sasak itu menjadi akses alternatif warga Weru maupun Cawas,” kata Ketua RT 03/RW03 Dusun Nglirik, Marsono, saat berbincang dengan Solopos.com, Minggu (19/8/2018).

Warga terutama ibu-ibu kerap melewati jembatan sasak itu menuju pasar tradisional setiap pagi hari. Mereka hendak membeli sejumlah komoditas pangan untuk keperluan sehari-hari. Begitu pula, para pelajar yang memanfaatkan jembatan sasak saat menuju dan pulang sekolah.

Kala itu, jembatan sasak masih kuat menahan beban pengendara sepeda motor. “Sekarang jembatan sasak rusak. Hanya bisa dilewati pejalan kaki. Bisa dilewati pengendara sepeda motor asal harus sendirian, tidak berboncengan,” ujar dia.

Warga setempat telah berulang kali memperbaiki jembatan sasak yang rusak. Mereka patungan dana untuk membeli bambu. Warga lantas kerja bakti memperbaiki jembatan sasak dengan merakit anyaman bambu.

Marsono meminta instansi terkait agar jembatan itu dibangun secara permanen sehingga bisa dilewati para pengendara sepeda motor. “Warga sudah capai lantaran telah berkali-kali memperbaiki jembatan sasak. Lebih baik jembatan dibangun permanen sehingga bisa digunakan warga maupun pengguna jalan lainnya,” tutur dia. 

 

Tokopedia