5 Jam, 2 Orang Meninggal Akibat Kecelakaan di Wonogiri

Warga berkerumun di lokasi kecelakaan lalu lintas di jalan raya Ngadirojo-Sidoharjo, tepatnya di Dusun Jatimerto, Kerjo Lor, Ngadirojo, Minggu (19/8 - 2018). (Istimewa/Polres Wonogiri)
21 Agustus 2018 11:30 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI — Dua orang meninggal dunia dalam dua kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang terjadi di Wonogiri hanya dalam tempo kurang dari lima jam, Minggu (19/8/2018). Peristiwa tersebut menambah panjang daftar lakalantas maut yang terjadi Agustus ini. Empat orang meninggal dunia dalam sembilan lakalantas dalam kurun waktu 1-19 Agustus.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Senin (20/8/2018), dua kecelakaan maut pada hari tersebut terjadi di jalan raya Ngadirojo-Sidoharjo tepatnya di Dusun Jatimerto, Desa Kerjo Lor, Ngadirojo pukul 14.30 WIB dan di pertigaan depan Pasar Sidoharjo pukul 18.40 WIB.

Lakalantas di Ngadirojo, Wonogiri yang melibatkan sepeda motor dan mobil itu menewaskan pengendara, yakni Sugeng Triyadi, 30, warga Pohgede, Mojoreno, Sidoharjo. Kejadian maut di Sidoharjo merupakan lakalantas tunggal sepeda motor. Pengendara, Kustyawati, 32, warga Gempol, Kayuloko, Sidoharjo, meninggal dunia.

Kasubag Humas Polres Wonogiri, AKP Hariyanto, kepada Solopos.com, Senin, menceritakan lakalantas di Ngadirojo bermula saat Toyota Kijang berpelat nomor AG 1114 RF yang dikemudikan Warjiyo, 30, warga Ambarawa, Semarang melaju dari barat atau arah Ngadirojo. Beberapa saat sebelum sampai lokasi kejadian ada Honda Scoopy berpelat nomor AD 6876 FO yang dikendarai korban, Sugeng melaju dari arah berlawanan. Suatu ketika Sugeng hendak mendahului kendaraan di depannya dari sisi kanan. Padahal, saat itu jarak antara Kijang dan Scoopy sudah dekat. Akibatnya, saat berada di sisi kanan kendaraan di depannya, Honda Scoopy tertabrak Kijang.

“Korban meninggal dunia di tempat kejadian karena mengalami luka parah di kepala dan badannya,” kata Hariyanto mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Robertho Pardede.

Dia melanjutkan, kecelakaan di Sidoharjo bermula ketika korban, Kustyawati, yang mengendarai Yamaha Mio berpelat nomor AD 3274 I melaju kencang dari timur. Sesampainya di pertigaan depan Pasar Sidoharjo dia hendak berbelok ke kiri. Diduga saat itu korban tak mengurangi kecepatan. Akibatnya, Kustyawati tak bisa mengendalikan kendaraan dan akhirnya menabrak pagar beton toko kelontong di seberang jalan. Perempuan itu mengalami luka parah di kepala dan kaki yang membuatnya meninggal dunia di tempat.

Tujuh kejadian sebelumnya pada awal hingga pertengahan Agustus mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. Korban meninggal yakni, Ismu Wardoyo, 55, yang merupakan Kepala Seksi Tata Pemerintahan (Kasi Tapem) Kecamatan Sidoharjo. Dia meninggal setelah terlindas truk yang akan didahuluinya saat berkendara di depan Masjid Amanah, Sempon, Jatisrono, 14 Agustus 2018.

Kecelakaan maut sebelumnya terjadi di jalan raya Wuryantoro-Eromoko, tepatnya di Dusun Jambe, Mlopoharjo, Wuryantoro, 11 Agustus 2018 pukul 00.30 WIB. Pada tabrakan antara sepeda motor dan mobil itu pengendara yang merupakan siswa kelas X SMA asal Eromoko, Danu Wijaya, 16, meninggal dunia.
Lakalantas maut lainnya terjadi di jalan raya Ngadirojo-Jatipuro, Karanganyar di Kepuh, Jatimarto, Ngadirojo, 1 Agustus 2018. Nenek warga setempat, Ngadiyem, 80, meninggal setelah tertabrak truk saat menyeberang jalan.