Kreatif, Siswa Ini Ubah Limbah Kulit Mentimun Jadi Es Krim

Ardito Yunus (kanan) berhasil mengolah limbah kulit mentimun menjadi teh dan es krim. (Istimewa - Humas SMA Muh PK Solo)
22 Agustus 2018 15:34 WIB Insetyonoto Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Di tangan kreatif siswa SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kota Barat Solo, Ardito Yunus, limbah kulit mentimun bisa diubah menjadi teh dan es krim.

Siswa Kelas XI IPA ini mengatakan ide membuat teh dan es krim dari kulit mentimum berawal dari seringnya dia melihat banyak kulit mentimun di dapur rumah yang dibuang begitu saja di tempat sampah. “Saya punya ide memanfaatkan limbah kulit mentimun menjadi produk yang bermanfaat,” katanya melalui Whatsapp kepada Solopos.com, Rabu (22/8/2018).

Untuk mewujudkan ide tersebut, Yunus berkonsultasi dengan salah seorang guru pembimbing SMA Muhammadiyah PK Kota Barat, Muhammad Firman. Dengan bimbingan guru tersebut, dia mempelajari berbagai literatur tentang manfaat kulit mentimun dan mencoba meramunya untuk bahan konsumsi.

Berdasarkan hasil studi pustaka, dia memutuskan membuat teh dan es krim dari bahan dasar kulit mentimun. “Saya memilih teh dan es krim karena produk itu sangat popular serta digemari masyarakat,” ungkap dia.

Didampingi Muhammad Firman, Yunus melakukan percobaan sederhana untuk membuat produk teh dan es krim dari kulit mentimun. Langkah awal membuat teh adalah kulit mentimun dicuci lalu diiris-iris dan dikeringkan.

Setelah dikeringkan, dia menyortir irisan kulit mentimun yang baik. Sementara itu, untuk membuat es krim langkahnya sedikit berbeda. Caranya adalah melarutkan campuran tepung dan santan kemudian ditambah larutan gula dan kulit mentimun. Adonan tersebut diputar menggunakan alat sampai membeku. Hasilnya adalah es krim segar beraroma mentimun. “Teh dan es krim dari kulit mentimun menyegarkan dan menyehatkan,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah PK Kota Barat, Hendro Susilo, mendukung karya kreatif siswa yang membuat teh dan es krim dari kulit mentimun. “Kami mendorong munculnya ide-ide kreatif dan inovatif, tidak hanya dari siswa, tapi semua warga sekolah, termasuk guru,” kata dia.

Melalui program kewirausahaan dan PK mart, warga sekolah didorong menciptakan produk-produk yang bermanfaat dan digemari masyarakat. “Semoga produk yang dihasilkan bisa menjadi pengembangan kewirausahaan bagi para siswa serta bermanfaat untuk masyarakat pada umumnya,” harap dia.

Tokopedia