Kreasi UKM Solo Ini Laris Manis di Asian Games 2018

Stan produk Nasrafa Solo di kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta. (istimewa)
22 Agustus 2018 16:32 WIB Farida Trisnaningtyas Solo Share :

Solopos.com, SOLO—Produk Usaha Kecil Menengah (UKM) kain lukis asal Solo, Nasrafa, berupa topi lukis laris-manis diburu kontingen asing maupun warga negara asing yang datang pada Asian Games 2018 di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta.

UKM yang sudah kerap menggelar pameran di berbagai tempat ini berkesempatan kian mengenalkan produknya seiring dengan keikutsertaan mereka dalam pameran produk asli Indonesia di kompleks Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, 18 Agustus hingga 2 September.

Pemilik Kain Lukis Nasrafa, Yani Mardiyanto, mengatakan momen Asian Games 2018 ini jadi pengalaman baru baginya. Hal ini karena selama ini usaha yang didirikan sejak 2012 lalu acapkali ikut pameran produk khusus UKM dan bukan event pertandingan olahraga seperti ini.
“Saya tidak menyangka respons yang diberikan kepada produk kami luar biasa. Terutama mereka yang dari luar negeri atau orang asing. Stan kami ramai terus,” ujarnya, kepada solopos.com, Rabu (22/8/2018).

Sejumlah warga asing yang menyambangi dan membeli produknya ini berasal dari berbagai negara. Antara lain, delegasi dari Thailand, Korea, Hong Kong, Malaysia, dan Jepang. Menurutnya, mereka banyak yang menanyakan soal proses pembuatan produk seperti topi lukis dan payung lukis yang dijual.

Yani menerangkan sebelumnya dia diundang Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional untuk mengikuti pameran. Menurutnya, ini pengalaman baru bagi Nasrafa. Apalagi event ini tingkat Asia sehingga jadi waktu yang tepat untuk branding produk biar makin dikenal.

Ia menambahkan pameran ini menjadi tantangan tersendiri karena untuk kali pertama Nasrafa bakal mengeluarkan produk berupa topi anyaman lukis. Ini tak sekadar topi biasa melainkan ada lukisan berupa ikon-ikon Indonesia. Antara lain, Monumen Nasional (Monas), Jembatan Ampera, hingga ondel-ondel khas Jakarta.

Setidaknya ada sebanyak 300 buah topi lukis yang dipamerkan. Topi lukis dengan berbagai bentuk ini dijual dengan harga Rp200.000 hingga Rp500.000 per buah. Tak hanya topi lukis, Nasrafa juga menjual tas dan payung lukis.

Yani menambahkan sehari rata-rata dia bisa meraup penghasilan mencapai Rp1,5 juta. Menurutnya, pembelinya banyak dari para atlet dan ofisial sehingga mereka langsung beli dan tidak memesan seperti yang dilakukan para pedagang saat pameran.