Lapak PKL di Klaten Dibongkar Paksa, Demi Apa?

Petugas Satpol PP memperingatkan PKL di di Klaten, Selasa (21/8).(Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
22 Agustus 2018 20:00 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Petugas gabungan Satpol PP dan Dishub Klaten menggelar operasi di sepanjang trotoar wilayah perkotaan di Kecamatan Klaten Utara dan Klaten Tengah, Selasa (21/8/2018). Dari operasi itu, empat lapak pedagang kaki lima (PKL) disita.

Operasi di antaranya dilakukan di sepanjang Jl. Mayor Kusmanto, Jl. Veteran, serta Jl. Pemuda. Di Jl. Mayor Kusmanto, empat lapak PKL dibongkar dan diangkut petugas ke Satpol PP lantaran berada di trotoar serta pemiliknya tak di lokasi.

Ternyata ada beberapa peralatan yang mereka tinggal saja tanpa dirawat. Sudah ada empat lapak di Jl. Mayor Kusmanto yang kami tertibkan,” kata Kabid Trantib Satpol PP Klaten, Suriptono, saat ditemui di sela-sela penertiban.

Suriptono mengatakan sesuai aturan trotoar dikhususkan bagi pejalan kaki. Lantaran hal itu, jalur pedestrian tersebut semestinya bersih dari aneka barang termasuk sebagai tempat berjualan hingga parkir.

Hanya, Pemkab memiliki kebijakan para PKL diperbolehkan berjualan di trotoar pada jam tertentu yakni antara pukul 15.00 WIB-06.00 WIB. “Sesuai ketentuannya ketika selesai berjualan lapak dibongkar kembali termasuk harus bersih dari sampah,” terang dia.

Selain penegakan peraturan daerah (perda), operasi juga dimaksudkan guna menyambut penilaian Adipura, penghargaan bagi kota/kabupaten yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Penilaian diperkirakan dilakukan pada September mendatang.

Kami koordinasikan juga dengan tingkat kecamatan untuk melakukan penertiban. Tidak hanya untuk penilaian, ini juga dilakukan untuk seterusnya,” urai dia.

Berdasarkan pantauan, sejumlah pedagang yang kedapatan berjualan di trotoar diminta menepikan tempat jualan mereka agar tak mengganggu jalur pedestrian. Selain itu, petugas juga meminta warga memindahkan kendaraan mereka yang terparkir di trotoar.

Kasi Pengendalian Operasional Lalu Lintas dan Perparkiran Dishub Klaten, Sapto Widhi Harsono, menjelaskan penertiban kendaraan terparkir di trotoar masih berupa teguran agar pemilik memindahkan kendaraan mereka ke markah parkir yang menggunakan sebagian jalur lambat.

Sementara masih kami ingatkan. Namun, ketika di lain hari kami menggelar operasi dan masih ditemukan kendaraan parkir di trotoar, kami akan angkut ke kantor Dishub sebagai efek jera. Biasanya itu yag kerap terjadi pelanggaran parkir di trotoar terutama di depan bengkel,” kata dia.