Daging Kurban Klaten Bebas dari Cacing Hati

Petugas memeriksa hati sapi kurban di salah satu masjid saat memantau di wilayah Kecamatan Klaten Utara, Rabu (22/8/2018).(Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
22 Agustus 2018 21:40 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Sebanyak 10 tim dari Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten disebar untuk memantau penyembelihan hewan kurban, Rabu (22/8/2018). Dari pemantauan di wilayah kota yang digelar Rabu, petugas tak menemukan hewan kurban terindikasi mengandung cacing hati.

Pemantauan di wilayah kota dilakukan di wilayah Kecamatan Klaten Utara seperti di Masjid Agung Al Aqsha, Masjid Mujahidin, Ngingas Baru, Kelurahan Bareng Lor, Perumda Gergunung, serta Perum Griya Prima Timur, Desa Belangwetan. Di masing-masing lokasi, petugas memeriksa hati sapi dengan cara mengiris bagian tengahnya untuk memastikan ada atau tidaknya cacing hati.

Dari pemantauan hari ini [Rabu] sementara belum ditemukan cacing hati. Semuanya bersih dan layak untuk ikut dibagikan,” kata Kasi Kesehatan Hewan DPKPP Klaten, Awik Purwanti, di sela-sela pemeriksaan.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan DPKPP Klaten, Sri Muryani Dwiatmini, mengatakan 10 tim yang sudah dibentuk disebar ke berbagai lokasi penyembelihan hewan kurban. Mereka merupakan petugas Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPKPP yang ada di masing-masing wilayah.

Para petugas itu dibentuk untuk memeriksa hewan kurban yakni sapi dan kerbau sebelum penyembelihan hingga pascapenyembelihan. Sementara, pemeriksaan hewan kurban pascapenyembelihan dilakukan sejak Selasa (21/8/2018) lantaran sudah ada warga yang menggelar Salat Id serta penyembelihan. Pemantauan dilakukan hingga hari tasryik (tiga hari setelah Iduladha) rampung.

Ia menjelaskan hati menjadi bagian yang wajib diteliti petugas lantaran kerap ditemukan cacing hati. Hanya, ia memastikan meski terindikasi cacing hati, bagian tubuh hewan kurban lainnya layak dibagikan dan dikonsumsi. Pada pemeriksaan yang digelar Selasa di wilayah Gading, Desa Belangwetan, petugas mendapati hati sapi kurban yang terindikasi mengandung cacing.

Ada yang ditemukan terindikasi sedikit mengandung cacing hati. Setelah bagian yang mengandung cacing sudah dibuang, secara keseluruhan itu tidak masalah dan aman untuk dikonsumsi,” urai dia.

Ketua Takmir Masjid Agung Al Aqsha, Mustari, menjelaskan di masjid tersebut ada lima sapi dan dua kambing. Sapi tersebut merupakan kurban dari Bupati Klaten, Sri Mulyani, RSD Bagas Waras, Bank Klaten, PDAM Klaten, serta takmir masjid. Daging hasil penyembelihan hewan kurban bakal dibagikan ke kaum duafa di sekitar masjid serta lembaga yang sudah mengajukan proposal. “Ada sekitar 25 lembaga yang sudah mengajukan ke takmir,” urai dia.

Tokopedia