Kades Nonaktif Glagahwangi Klaten Divonis 14 Bulan Penjara

Ilustrasi vonis majelis hakim. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
23 Agustus 2018 21:10 WIB Damar Sri Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATENKepala Desa (Kades) non aktif Glagahwangi, Wuryanto, divonis satu tahun dua bulan penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Selasa (21/8/2018) malam. Ia terbukti melanggar Pasal 3 UU Tipikor.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Klaten, Ginanjar Damar Pamenang, mengatakan selain menjalani vonis 14 bulan penjara, Wuryanto juga harus membayar denda Rp50 juta subsidair satu bulan kurungan. Vonis itu lebih rendah ketimbang tuntutan yang diajukan JPU yakni satu tahun lima bulan. Putusan disampaikan dalam sidang putusan pada Selasa malam di Pengadilan Tipikor Semarang,” kata Ginanjar, saat dihubungi Solopos.com, Kamis (23/8/2018).

Ginanjar menjelaskan dalam sidang putusan yang dipimpin Ketua Majelis Muhammad Sainal, ada sejumlah hal yang memberatkan terdakwa yakni dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan Tipikor. Sedangkan, hal meringankan terdakwa adalah sudah mengembalikan seluruh kerugian negara sekitar Rp130 juta. Yang bersangkutan sudah mengembalikan seluruh kerugian negara yakni sekitar Rp130 juta,” terang dia.

Saat dimintai konfirmasi Solopos.com, kuasa hukum Wuryanto, Gino, belum memberikan keterangan. Telepon dan pesan singkat yang dikirimkan Espos tidak direspons.

Kasus Wuryanto bermula dari hasil penyelidikan dan penyidikan Kejari Klaten terkait adanya indikasi penyalahgunaan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemerintah Kabupaten Klaten pada 2015. Saat itu, Pemerintah Desa Glagahwangi menerima bantuan eradikasi pertanian senilai Rp100 juta dan pengaspalan jalan senilai Rp185 juta.

Namun, dalam realisasinya ditemukan kegiatan eradikasi pertanian dilaksanakan terlebih dahulu meskipun belum ada pos anggarannya di APB Desa. Selain itu, pekerjaan pengaspalan jalan diserahkan pengerjaanya ke pihak ketiga tanpa melibatkan Tim Pengelola Kegiatan (TPK).

Tokopedia