Broadcast Demo di Coyudan Solo Menyebar, Arus Lalin Lancar

Arus lalu lintas di perempatan dekat Mapolsek Laweyan, Kota Solo, Jateng, Jumat (24/8 - 2018) sekitar pukul 13.00 WIB. (Infolalin.surakarta.go.id)
24 Agustus 2018 14:00 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Kasus kecelakaan lalu lintas antara Mercedes-Benz dan Honda Beat di kawasan Jl. K.S Tubun, Manahan, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (22/8/2018), kini berubah menjadi kasus pembunuhan.

Aparat Polresta Solo telah menetapkan IA, 40, warga Jaten, Karanganyar, pengemudi mobil Mercedes-Benz berpelat nomor AD 888 QQ menjadi tersangka karena sengaja menabrakkan mobilnya ke sepeda motor yang dikendarai korban, Eko Prasetyo.

Kasus kecelakaan yang kemudian berubah menjadi kasus pembunuhan di Solo itu kemudian menyebar dan viral di media sosial. Beberapa saat setelahnya, beredar broadcast pesan yang mengaitkan kasus cekcok berujung maut itu dengan isu SARA.

Sepanjang Kamis (23/8/2018), beredar pesan berantai bahwa Jumat ini akan ada demo besar-besaran di Kota Solo yang terpusat di kawasan perbelanjaan di Coyudan, Solo.

Meski begitu, berdasarkan pantauan kamera pengawas Dinas Perhubungan Kota Solo hingga Jumat (24/8/2018) sekitar pukul 13.00 WIB, arus lalu lintas kawasan yang disebut-sebut akan dijadikan pusat demonstrasi terpantau masih lancar. Kamera pengawas di sepanjang Jl. Dr. Rajiman dari Pasar Klewer—sebelah timur pusat perbelanjaan Coyudan—hingga perempatan dekat Mapolsek Laweyan—sebelah barat kawasan Coyudan—masih lancar.

Kamera pengawas juga tak merekam adanya aktivitas massa yang hendak melakukan demonstrasi. Hal itu tampaknya sejalan dengan pernyataan Kapolresta Solo, Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo, yang menegaskan kondisi Kota Solo aman dan tak akan ada demonstrasi terkait kasus pembunuhan tersebut di Kota Solo, Jumat ini.

Dikabarkan Solopos.com sebelumnya, Kapolresta Solo, Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo, tidak segan menindak tegas pihak yang berusaha mengganggu keamanan Kota Solo, terlebih dengan memainkan isu SARA dalam kasus kecelakaan yang kini menjadi kasus pembunuhan di Kota Solo tersebut.