Kedung Bogo Klaten bakal Jadi Wisata Air

Kedung Bogo di Dukuh Bogo, Desa Tibayan, Kecamatan Jatinom, Klaten, Jumat (24/8/2018).(Solopos - Cahyadi Kurniawan)
24 Agustus 2018 20:00 WIB Cahyadi Kurniawan Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN--Keberadaan Kedung Bogo di Dukuh Bogo, Desa Tibayan, Klaten, selama ini dimanfaatkan sebagai cadangan air oleh warga untuk memasak, mencuci, irigasi pertanian hingga untuk pembangunan. Keberadaannya yang dinilai strategis mendorong Pemerintah Desa Tibayan mengelola sebagai salah satu tujuan wisata air.

Kedung seluas sekita 400 meter persegi terdapat sebuah pohon raksasa dan beberapa pohon besar nan rindang. Di dekatnya sebuah kolam besar terlihat mengering. Beberapa ornamen menghiasi kawasan itu seperti susunan ban bekas dicat warna-warni dan deretan tanaman bunga. Suasana tenang dan sejuk begitu kuat terasa.

Kepala Desa Tibayan, Kecamatan Jatinom, Suyati, mengatakan tahun ini Pemdes menganggarkan dana Rp10 juta untuk membangun jembatan menuju kedung itu. Saat musim hujan kedung penuh air sehingga untuk mengaksesnya warga harus melalui tanah milik warga.

Kalau untuk wisata, agar tak mengganggu tanah warga nanti kami bikinkan jembatan. Tahun ini kami realisasikan,” kata dia, saat ditemui Solopos.com di kantornya, Jumat (24/8/2018).

Kedung itu, lanjut Suyati, selama ini dipakai untuk menggelar upacara tahunan saat Sura. Di sana seekor kambing dipotong dan dagingnya dinikmati seluruh warga. pada musim tertentu, sejumlah ikan ditebarkan ke kedung untuk menggelar lomba memancing. Sedangkan, saat musim kemarau, endapan kedung bisa diambil warga untuk tanah uruk. Tanah itu pun bagus untuk mengembalikan kesuburan tanah.

Saya pernah mencobanya untuk memupuk pohon saya yang layu. Ternyata bisa tumbuh lebat dan mau berbuah lagi. Kalau enggak ada yang butuh ya endapan hanya ditata di pingir kedung,” imbuh Suyati.

Ke depan, kedung itu diproyeksikan menjadi salah satu tujuan wisata unggulan Desa Tibayan. Kedung itu pernah dimintakan bantuan ke pemerintah pusat namun belum berhasil. “Sekarang ini anggarannya berapa masih dikaji. Pembahasan anggaran baru dimuai tahun depan termasuk pengganggarannya,” terang Kades.