Wonogiri Bakal Miliki Hotel Berbintang dan Mal

Rencana lokasi pembangunan hotel dan mal di Kelurahan Kaliancar, Kecamatan Selogiri, Wonogiri. (Solopos/Ichsan Kholif Rahman)
24 Agustus 2018 17:35 WIB Ichsan Kholif Rahman Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI — Kabupaten Wonogiri akan memiliki hotel berbintang dan mal. Jajaran Direksi Stern Resources, perusahaan asal Amerika Serikat, tertarik berinvestasi setelah mengetahui segala potensi yang dimiliki Kabupaten Wonogiri.

Direktur Stern Resources, Dinnah Tanuhardja, saat ditemui solopos.com di Pendapa Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Jumat (24/8/2018), mengatakan Kabupaten Wonogiri memiliki sektor pariwisata yang sangat bagus seperti laut, alam, gunung, waduk, ditambah memiliki lingkungan bersih.

“Anggaran yang kami siapkan untuk hotel bintang tiga dan mal sekitar Rp200 miliar namun jumlah itu dapat bertambah karena kami tertarik dalam pengembangan pariwisata di sekitar Waduk Gajah Mungkur serta pembangunan di sektor kesehatan yakni rumah sakit,” ujarnya.

Pembangunan hotel di Kabupaten Wonogiri direncanakan menempati lahan bekas terminal lama Giri Adipura di Klampisan, Kelurahan Kaliancar, Kecamatan Selogiri. Hotel terintegrasi dengan mal dan convention center namun tetap memperhatikan UMKM lokal Kabupaten Wonogiri agar semakin berkembang.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, beberapa waktu sebelumnya mengatakan akan berkoordinasi dengan para ahli mengenai pemanfaatan lahan milik Pemkab Wonogiri di terminal lama mengingat lokasi cukup luas dan strategis dapat dimanfaatkan sebagai upaya untuk peningkatan perekonomian.

Kini rencana tersebut menemui titik terang. Joko Sutopo mengatakan pemanfaatan lahan eks terminal menjadi hotel dan mal akan meramaikan suasana di Kabupaten bersemboyan Sukses itu.

“Dengan adanya kehadiran calon investor tersebut dengan melakukan pembangunan hotel dan mal sektor UMKM dapat semakin bergairah dan maju. Hal ini merupakan upaya optimalisasi Pemkab Wonogiri memaksimalkan segala potensi yang ada di Kabupaten Wonogiri dengan menjalin kerja sama dengan para investor. Hal ini merupakan langkah awal kerja sama di sektor hotel dan pariwisata,” ujar Joko Sutopo.

Ia menambahkan rencana pembangunan dilakukan di lahan dengan luas lebih dari dua hektare tersebut dikarenakan belum termanfaatkan serta adanya keterbatasan kemampuan anggaran pemerintah. 

Tokopedia