Soal Ancaman Puso Wonogiri, Jekek Sindir Petani Ngeyel

Dua petani mopok galengan atau mempertebal lapisan pematang sawah di Keblokan, Sendang Ijo, Selogiri, Wonogiri, Jumat (3/8/2018). Sawah tersebut akan ditanami padi pada MT III ini. (Solopos - Rudi Hartono)
24 Agustus 2018 20:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI—Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, yang akrab disapa Jekek punya cara khusus untuk mengingatkan petani di Wonogiri terkait pola tanam.

Dia menyebut banyak petani yang masih ngeyel atau tak menggubris jika diberi pemahaman tentang pola tanam padi. Sikap itu menjadi salah satu kendala yang membuat petani tak maju.

Hal itu disampaikannya saat penyerahan alat mesin pertanian (alsintan) kepada 43 kelompok tani (poktan) dan gabungan poktan (gapoktan) di pendapa rumah dinas kompleks Sekretariat Daerah (Setda), Jumat (24/8/2018). 

Pada kesempatan itu Bupati menyindir dengan memberi selamat kepada petani dari sejumlah desa di Selogiri karena tanaman padi yang nekat ditanam pada musim tanam (MT) III ini besar kemungkinan puso atau gagal panen.

Dia meyakini sebenarnya petani sangat memahami pada MT III bakal minim air, karena kemarau dan Saluran Colo Barat akan ditutup total pada 1 Oktober mendatang.

Namun, petani masih ngeyel karena meyakini perhitungannya bakal tak meleset. Mereka meyakini hujan akan turun pada September atau Oktober mendatang.

“Mulai tahun ini kami akan merealisasikan program hibah sumur pantek. Program ini khusus untuk petani yang mau maju dan berpikir modern. Misalnya, menanam tanaman hortikultura. Dari pada sawah bero lebih baik dimanfaatkan. Nah, agar kebutuhan air tercukupi lahan diberi sumur pantek,” kata Bupati.

Tokopedia