Warga Solo Minim Berinvestasi di Pasar Modal, Ini Sebabnya

Ilustrasi bursa saham (Bisnis/Dedi Gunawan)
25 Agustus 2018 17:00 WIB Bayu Jatmiko Adi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Penduduk Solo dan sekitarnya masih minim memanfaatkan pasar modal untuk media investasi. Hal itu bisa dilihat dari jumlah investor yang tercatat masih terpaut jauh dengan jumlah penduduk yang ada. 

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Solo, Muhammad Wira Adibrata, mengatakan jumlah investor di Solo sekitar 20.545 orang. Jumlah tersebut berasal dari Sragen, Boyolali, Karanganyar, Klaten, Sukoharjo, Solo, dan Wonogiri.

Padahal jika melihat data penduduk Badan Pusat Statistik, pada 2016 Solo memiliki 514.171 penduduk.

"Tingkat pemahaman masyarakat Solo dan sekitarnya tentang pasar modal masih kurang dibandingkan dengan pemahaman terhadap perusahaan keuangan yang lain. Orang ditanya bank atau pegadaian mungkin sudah mengerti. Tapi saat ditanya pasar modal, belum tentu mengerti," kata dia kepada solopos.com, Jumat (24/8/2018). 

Menurutnya hal itu terjadi karena masyarakat belum teredukasi dengan baik mengenai pasar modal.

"Hal ini yang masih kami perjuangkan," kata dia.

Diketahui saat ini BEI terus menggelar Sekolah Pasar Modal (SPM) untuk memberikan pemahaman mengenai pasar modal kepada masyarakat. Sasaran SPM masyarakat umum yang berminat untuk terjun di dunia pasar modal.

Di sisi lain, dia mengatakan kondisi pasar modal saat ini cukup baik meski sedikit banyak ada dampak dari kebaikan suku bunga acuan yang dilakukan Bank Indonesia (BI). Menurutnya investasi tercatat masih mencapai Rp2,8 triliun. Namun begitu dia berharap masyarakat lebih selektif membeli saham. 

Sementara itu Equity Sales PT Phintraco Solo, Aud Rahmayanti, mengatakan saat ini meski sektor properti sesikit lesu, namun ada pula sektor lain yang masih unggul.

"Untuk sektor perbankan dan pertambangan saat ini masih bagus," kata dia kepada wartawan, Jumat. 

Tokopedia