Bawaslu Boyolali Menyurvei KPU hingga Wartawan demi Petakan Kerawanan Pemilu

Ilustrasi pemilu. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
25 Agustus 2018 18:00 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Boyolali melakukan pemetaan kerawanan menjelang Pemilu 2019. Pemetaan dilakukan dengan melakukan survei kepada stakeholder dan pihak terkait pada Pemilu 2014.

Stakeholder dimaksud di antaranya Bawaslu (dulu Panwas), Komisi Pemiluhan Umum (KPU) Boyolali, kepolisian, dan wartawan.

“Bawaslu melakukan pemetaan kerawanan dalam pemilu 2019 nanti. Pemetaan ini untuk mengetahui potensi kerawanannya,” ujar Ketua Bawaslu Boyolali Taryono, Jumat (24/8/2018).

Dia mengatakan survei terhadap KPU dan Panwas dilakukan mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa, hingga di tingkat TPS [tempat pemungutan suara]. Sedangkan kepolisian juga disurvei dari sisi keamanan.

“Keterangan mereka mengenai kerawanan-kerawanan saat itu dikuatkan dengan bukti laporan. Sedangkan untuk wartawan, kerawanan yang terjadi pada pemilu 2014 dibuktikan dengan berita,” imbuh Taryono.

Anggota Bawaslu Boyolali, Widodo Partono, menambahkan pemetaan ini merupakan instruksi Bawaslu pusat dan dilakukan serentak di semua daerah.

“Kegiatan ini serentak, untuk memetakan kondisi daerah terkait potensi kerawanan. Acuan terakhir survei adalah pemilu 2014. Target survei itu adalah instansi kepolisian, KPU, Panwas, dan wartawan,” kata dia.

Dari hasil pemetaan ini akan didapat sebuah data mengenai peta potensi gangguan atau ancaman. Selanjutnya hasil ini disampaikan ke Bawaslu pusat sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah antisipasi agar pemilu berjalan sukses.

“Hasil ini akan menjadi data dalam persiapan pemilu. Prinsipnya, agar potensi kerawanan terpetakan. Kalau sudah teridentifikasi kan bisa dihindari dan pemilu bisa berjalan lebih baik,” imbuhnya. 

Tokopedia