Pria dengan Usus Terburai Terkapar di Depan Galaxy Sunggingan Boyolali

llustrasi pria terkapar (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
25 Agustus 2018 16:55 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Seorang pria tanpa indentitas ditemukan warga dalam kondisi tergeletak dengan usus terburai di teras swalayan Galaxy, Sunggingan, Boyolali Kota, Boyolali, Sabtu (25/8/2018).

Belum diketahui penyebab kejadian tragis itu karena laki-laki yang diperkirakan berusia 45 tahun itu belum dapat diajak berkomunikasi. Selain mengalami luka di bagian perut, pria misterius yang masih hidup itu juga mengalami luka di bagian kepala sebelah kanan.

Berdasar informasi yang dihimpun di swalayan tersebut, laki-laki yang menorehkan kisah tragis itu ditemukan sekitar pukul 07.30 WIB dalam posisi telentang sambil memegangi lukanya di perut dan ususnya sebagian sudah keluar. Anehnya, laki-laki berkaus merah itu tidak mengenakan celana.

Belum jelas dari mana laki-laki itu berasal. Namun berdasarkan rekaman kamera CCTV di sekitar lokasi, pria itu sebelumnya berjalan di halaman menuju teras swalayan yang belum buka. Diperkirakan, saat itu dia sudah mengalami luka-luka dan kemudian terkapar.

Sejumlah warga yang melihatnya langsung mendatangi laki-laki itu untuk memberikan pertolongan, sedangkan sebagian warga lainnya menghubungi polisi.

Sesaat kemudian, beberapa personel Polsek Boyolali Kota datang untuk memeriksa laki-laki itu. Mendapati luka yang cukup parah, sebuah mobil ambulans didatangkan untuk membawa si pria tak dikenal itu ke Rumah Sakit Umum Daerah Pandan Arang (RSUD PA) Boyolali.

Salah satu karyawan swalayan, Finis, mengatakan saat datang menjelang toko buka, dirinya mendapati warga mengerumuni laki-laki itu.

“Saya tidak tahu pasti kapan dan dari mana dia berasal. Karena pas saya datang dia sudah tergeletak dan dikerumuni warga. Lalu polisi datang dan ada ambulans juga yang langsung membawa orang itu ke rumah sakit,” ujarnya diiyakan rekannya, Tikno.

Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi melalui Kasatreskrim AKP Willy Budiyanto mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap laki-laki itu. Namun penyelidikan itu masih terkendala komunikasi.

“Korban sadar, tapi tidak bisa diajak berkomunikasi. Kalau ditanya omongannya ngelantur tidak jelas. Tim Inafis juga sudah diturunkan tapi belum bisa mengungkap identitas laki-laki ini,” kata dia.

Dia mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya bisa mengecek ke polisi atau ke rumah sakit.