Proyek Koridor Jensud Solo Dimulai, Lalu Lintas Dialihkan?

Gambar denah rencana penataan koridor Jl. Jenderal Sudirman, Solo. (Solopos/Irawan Sapto Adhi)
27 Agustus 2018 13:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Proyek penataan koridor Jalan Jenderal Sudirman Solo senilai Rp4 miliar mulai dikerjakan pekan depan. Pemkot kini tengah menyiapkan rekayasa lalu lintas selama proyek berlangsung.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Solo Endah Sitaresmi Suryandari mengatakan saat ini Pemkot tinggal menunggu proses lelang selesai. Sesuai rencana, pengerjaan pembangunan penataan koridor Jl. Jenderal Sudirman mulai dikerjakan akhir Agustus.

“Kami akan membahas bersama instansi terkait [Dinas Perhubungan] bagaimana rekayasa lalu lintasnya. Karena pengerjaan proyek tergantung itu,” kata Sita sapaan akrabnya ketika berbincang dengan wartawan, Minggu (26/8/2018).

Secara teknis, Sita menjelaskan proyek penataan koridor Jensud dimulai dengan pengerukan aspal jalan. Kemudian dilanjutkan dengan pengocoran jalan sebelum dipasangi batu andesit.

Pengerukan hingga pengecoran jalan membutuhkan waktu paling tidak lima pekan. “Sebenarnya pengerjaannya itu cepat, yang lama karena masalah nonteknis, seperti lalu lintas,” kata Sita.

Dinas PUPR masih menunggu hasil koordinasi bersama Dinas Perhubungan (Dishub) terkait pengaturan arus lalu lintas selama pengerjaan proyek berlangsung. Apakah nantinya jalan ditutup sepenuhnya atau diberlakukan buka tutup jalan.

Sita mengatakan rencana penggantian aspal badan Jl. Jenderal Sudirman dengan batu andesit tidak akan mengubah fungsi ruas jalan. Larangan kendaraan berat bertonase tinggi tetap akan diberlakukan di jalan tersebut.

Menurutnya, pemasangan batu alam di Jl. Jenderal Sudirman hanya berfungsi mengharmoniskan kawasan setempat dengan konsep penataan yang telah disiapkan, menjadikan kawasan tersebut sebagai kota lama.

“Kelas jalan tidak diubah. Fungsi utama Jalan Jenderal Sudirman tetap dipertahankan sebagai jalan protokol,” kata dia.

Dari sisi kualitas, Jl. Jenderal Sudirman yang dilapisi batu andesit tetap kuat menahan beban kendaraan yang melintas. Dia menerangkan sebelum dipasang batu andesit, badan Jl. Jenderal Sudirman terlebih dahulu dikeruk untuk kemudian dicor beton.

Setelah itu baru dipasang dengan batu andesit setebal 10 sentimeter (cm). Batu andesit bakal dipasang membentuk pola-pola yang telah disiapkan.

Dia menuturkan penataan batu andesit tidak akan terlalu banyak bermain dengan warna. Dinas PUPR akan menata batu andesit dengan desain monokromatis atau hanya bermain gelap terang antara batu hitam dan batu abu-abu.

Sita mengatakan koridor Jenderal Sudirman disiapkan menjadi kota lama. Sisi luar (fasade) koridor akan diubah agar kesan sebagai kawasan kuno lebih terlihat. Salah satunya dengan mengganti aspal dengan batu andesit.

“Kami juga mengimbau pemilik bangunan di ruas jalan itu mengembalikan fasade bangunan seperti semula,” katanya.

Tujuannya agar selaras dengan konsep pengembangan kawasan. Namun ini hanya sebatas imbauan mengingat rata-rata bangunan di sana adalah bank yang butuh pengamanan ekstra. Penataan koridor Jenderal Sudirman ini dikerjakan bertahap. Tahap pertama penggal Jl. Jenderal Sudirman mulai persimpangan Bank Indonesia (BI) hingga bundaran Tugu Pemandengan.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan batu andesit cocok dipasang di badan Jl. Jenderal Sudirman lantaran menimbulkan kesan alami. Selain itu batunya tidak mudah rusak.

Menurutnya, kawasan Jl. Jenderal Sudirman bisa dijadikan kota lama. Apalagi di kawasan tersebut semua bangunannya adalah bangunan lama.

“Batu andesit cocok dipasang di badan Jalan Jenderal Sudirman lantaran menimbulkan kesan alamiah,” katanya.