Bandara Adi Soemarmo Solo Kejar Peringkat 5 Besar

Pesawat lepas landas di Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo. (dok)
27 Agustus 2018 19:30 WIB Farida Trisnaningtyas Solo Share :

Solopos.com, SOLO—PT Angkasa Pura I yang bertanggung jawab atas pengelolaan Bandara Internasional Adi Soemarmo menggelar serangkaian program Airport Excellent (Apex) in Environment, Senin–Jumat (27-31/8/2018).

Kegiatan bertajuk pengelolaan lingkungan yang kali pertama digelar di Asia ini bekerja sama dengan Airports Council International (ACI). Kegiatan ini bertujuan untuk mengkaji ulang aspek-aspek pengelolaan lingkungan khususnya di Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo.

Sejumlah praktisi dari industri kebandarudaraan dan penerbangan internasional terlibat dalam acara ini seperti Senior Manager Apex Programmers Airport Council International, Danny Boutin, yang berkantor di Montreal, Kanada; Senior Manager Technical Affairs ACI Asia Pacific, Ken Lau; Environment and Sustainability Advisor Bandara Internasional Brisbane di Australia, Andrew Masci; dan Assistant General Manager Sustainability Bandara Internasional Hong Kong, Mike Kilburn.

General Manager Bandara Internasional Adi Soemarmo, Abdullah Usman, mengatakan pihaknya ingin membuat bandara ini kian mendunia. Maka dari itu, mesti ada penilaian atau rekomendasi dari lembaga internasional. Hal ini merujuk pada prestasi Bandara Internasional Adi Soemarmo yang menempati urutan ke-23 dari 52 negara dengan jumlah penumpang 2,5 juta per tahun pada 2017.

“Menurut pusat [AP I] ini kurang bagus sehingga bagaimana caranya kami bisa masuk maksimal lima besar, kalau perlu yang pertama. Mereka [ACI] ini nantinya merekomendasikan apa bagi kami. Kalau kami main di domestik orang tidak tahu, tapi kalau mau main internasional caranya salah satunya seperti ini,” ujarnya, kepada wartawan seusai pembukaan Apex di The Alana Solo Hotel and Convention Center, Karanganyar, Senin (27/8/2018).

Menurutnya, tantangan terbesar adalah soal pelayanan. Meskipun begitu, berbagai aspek harus dipenuhi mulai dari pelayanan terhadap penumpang, maskapai, ground handling hingga kondisi toilet. Di sisi lain, bandara ini memiliki peranan penting sebagai bandara alternatif bagi Bandara Internasional Adisucipto di Jogjakarta.

Dalam perkembangannya, trafik Bandara Internasional Adi Soemarmo pun semakin menunjukkan pertumbuhan yang positif. Saat ini bandara ini melayani tujuh maskapai penerbangan yang beroperasi ke sembilan rute domestik dan satu rute internasional. Rute terjauh yang dioperasikan maskapai penerbangan di bandara ini, yakni ke Jeddah di Arab Saudi yang menjadi pusat embarkasi utama untuk umrah dan haji.

“Prestasi yang cukup membanggakan baru-baru ini telah diraih oleh Bandara Internasional Adi Soemarmo, yakni sebagai salah satu dari 10 bandara terbaik di dunia untuk kategori 5 juta-15 juta penumpang per tahun berdasarkan survei terbaru yang dilakukan oleh ACI pada tahun 2017,” imbuhnya.