Ini Keistimewaan Kirab Budaya Terakhir di Kadipiro Solo

Peserta KIrab Budaya Kadipiro melewati jalanan di keluarahan itu, Minggu (26/8 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
27 Agustus 2018 21:02 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO - Kirab Budaya Kelurahan Kadipiro 2018, Minggu (26/8/2018) sore, menjadi momentum yang bakal terus diingat. Kirab di Kadipiro, Solo, yang diikuti sedikitnya 3.500 orang itu bakal menjadi kirab terakhir yang digelar masyarakat kelurahan tersebut sebelum pemekaran menjadi tiga kelurahan tahun depan.

Ribuan orang dari 34 RW, 22 sekolah, dan 20-an komunitas di Kadipiro mengikuti kirab yang dilaksanakan sepanjang Jl. Tembus Kadipiro hingga Jl. Jaya Wijaya. Kirab Budaya Kadipiro dibuka dengan penampilan tari Tritunggal oleh siswi SMK Muhammadiyah 5 Solo.

Tari Tritunggal menjadi wujud persatuan warga Kadipiro yang sebentar lagi bakal dipisah menjadi tiga kelurahan yakni Kadipiro, Joglo, dan Banjarsari. Dalam sambutannya, Ketua Panitia Kirab Budaya Kadipiro 2018, Maryo, mengatakan Kirab Budaya Kadipiro tahun ini menjadi kirab budaya terakhir sebelum pemekaran pada 2019.

"Kidab budaya ini digelar untuk menggali potensi diri Kelurahan Kadipiro yang penuh dengan kekayaan dan eksistensi. Ini merupakan kirab terakhir sebelum pemekaran kelurahan. Mesti akan ada pemekaran, mari warga semua tetap mengutamakan kebhinekaan, persatuan yang kokoh," kata Maryo.

Camat Banjarsari, Indradi, membacakan sambutan Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, menyampaikan Pemkot mengapresiasi segala kreativitas masyarakat yang terlibat dalam kirab Budaya Kadipiro 2018. Kantong-kantong seni budaya di setiap kelurahan harus tetap hidup untuk mengusung visi Kota Solo sebagai Kota Budaya.

“Kirab budaya di Kadipiro ini menjadi simbol masyarakat masih aktif melestraikan seni budaya sendiri," jelas Indradi.

Berdasarkan pantauan solopos.com, peserta Kirab Kadipiro 2018 tampil kreatif. Mereka menggunakan kostum dan atribut sesuai tema yang dipilih. Kebanyakan kelompok warga tampil dengan tema HUT RI dan Asian Games yang tengah hangat dibicarakan. Ada juga kelompok warga yang tampil dengan tema bebas, seperti berkostum hantu, petani, hingga memakai pakaian karnaval batik.

Sesuai rencana, Kelurahan Kadipiro bakal dipecah menjadi tiga kelurahan, yakni Kelurahan Banjarsari, Kadipiro, dan Joglo. Kantor Kelurahan Banjarsari akan menempati lokasi kantor Kelurahan Kadipiro saat ini. Sedangkan Kelurahan Joglo akan menempati bekas lahan SMP Xaverius dan Kantor Kelurahan Kadipiro akan didirikan di lahan Makam Sumpingan seluas 1.700 meter persegi.

Pemekaran dilakukan agar pelayanan pemerintah lebih baik. Masyarakat di wilayah pemekaran bakal lebih mudah dalam hal mengurus administrasi. Setelah Semanggi dan Kadipiro, Pemkot Solo akan melanjutkan pemekaran kelurahan ke tiga kelurahan lain, yakni Pajang, Jebres, dan Mojosongo.

Tokopedia