Ruang PKK dan Poliklinik Bagor Sragen Diamuk Si Jago Merah

Kapolsek Miri, AKP Fajar Nur I., memeriksa kondisi ruang TP PKK Bagor, Miri, yang terbakar, Sabtu (25/8 - 2018). (Istimewa/Polsek Miri)
27 Agustus 2018 10:25 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Si jago merah mengamuk di Ruang TP PKK Desa Bagor, Miri, Sragen, Sabtu (25/8/2018) pagi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran itu sedangkan kerugian materiil ditaksir mencapai Rp25 juta.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, ruang TP PKK yang terbakar berada satu kompleks dengan Balai Desa Bagor di Dukuh Kaliapang RT 005 Desa Bagor, Miri. Peristiwa itu kali pertama diketahui Tajio Wijoyo, 50, warga Dukuh Kaliapang RT 005 Bagor yang tengah melintas di depan balai desa sekitar pukul 05.00 WIB.

Saat itu Tajio melihat ada kepulan asap dari ruang TP PKK Desa Bagor. Dia lalu memberi tahu Darmanto, 47, warga Kaliapang RT 005 Bagor.

Darmanto diminta mengumumkan kejadian kebakaran di ruang TP PKK Bagor kepada masyarakat melalui pengeras suara masjid. Sesaat setelah pengumuman, warga pun berdatangan.

Mereka langsung bergotong royong memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Sekitar 10 menit kemudian satu armada pemadam kebakaran (damkar) dari Pos Gemolong tiba di lokasi kejadian. Warga bersama tim damkar Gemolong bahu membahu memadamkan kobaran api.

Beruntung api berhasil dipadamkan sebelum menjalar ke bangunan lain di sekitarnya. Tapi beberapa aset TP PKK Bagor seperti kipas angin, satu set meja dan kursi tamu, almari buku, plafon ruang TP PKK, serta plafon ruang poliklinik kesehatan telanjur terbakar.

Kepala Desa (Kades) Bagor, Kukuh Riyanto, 33, mengatakan ruang TP PKK dan poliklinik desa yang terbakar berada satu kompleks dengan balai desa. "Alhamdulillah tak ada korban luka dan api tidak sampai menjalar ke bangunan balai desa," ujar dia, Sabtu.

Kapolsek Miri, AKP Fajar Nur I., mewakili Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman, menjelaskan tidak ada indikasi mencurigakan dalam kebakaran ruang TP PKK Bagor. Berdasar hasil pemeriksaan diduga api berasal dari hubungan pendek arus listrik.

Polisi menyita beberapa barang bukti yang menguatkan dugaan kebakaran karena korsleting listrik, seperti kipas angin yang sudah terbakar dan satu set meja-kursi tamu. "Kami menduga api dari korsleting listrik kipas angin di ruang TP PKK," tutur Fajar.

Terpisah, Kabid Damkar Dinas Satpol PP Sragen, Sunardi, Sabtu, mengatakan di kompleks Balai Desa Bagor belum tersedia alat pemadam api ringan (APAR). Kondisi tersebut membuat upaya pengendalian api sembari menunggu kedatangan tim damkar Sragen tidak bisa optimal.

"Sebenarnya kami sudah safari keliling wilayah untuk menyosialisasikan penyediaan APAR di balai desa, sekolah, rumah sakit, kecamatan, dan kantor-kantor dinas. Tapi sejauh ini berdasar pemantauan kami masih banyak yang belum punya APAR," kata dia.