Ini Motif Warga Juwangi Boyolali Aniaya Eks Pacar Ibunya

Polisi barang bukti kasus penganiayaan di Dukuh Kangkung Lor, Desa Jerukan, Juwangi, Boyolali, Senin (27/8 - 2018). (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
27 Agustus 2018 15:17 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Suroto, 27, warga Juwangi, Boyolali, yang menganiaya tetangganya, Karmin, 53, mengaku tak menyangka akibat perbuatannya sampai menyebabkan Karmin meninggal dunia.

Suroto mengaku awalnya hanya ingin memberi pelajaran kepada warga Dukuh Kangkung Lor RT 014/RW 003 Desa Jerukan, Kecamatan Juwangi, Boyolali, itu.

Kepada wartawan yang mewawancarainya di Mapolres Boyolali, lelaki berkeluarga itu tidak menyangka akibat perbuatannya itu Karmin meninggal dunia. “Saya hanya mau kasih pelajaran kepada dia [Karmin] karena dia menjalin hubungan kasih dengan ibu saya. Sedangkan bapak saya memang orangnya jarang di rumah karena kerja,” ujarnya, Senin (27/8/2018).

Suroto mengaku sudah sering memperingatkan Karmin terkait hubungan terlarang itu, namun peringatan itu tak digubris. “Malah saya pernah memergoki keduanya memadu kasih. Saya kesal, tidak suka dengan dia [Karmin],” imbuhnya.

Perasaan kesal tersebut terus dipendam Suroto hingga pada Rabu (22/8/2018) sekitar pukul 18.00 WIB dia mendatangi rumah Karmin yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya untuk memberi pelajaran. Dia datang membawa sebatang kayu jati sepanjang satu meter dengan niat untuk memukulnya.

“Dia sedang di rumah, saya panggil-panggil diam saja lalu saya pukulkan kayu itu ke dia sekali, kemudian dia jatuh,” imbuh Suroto yang mengaku menyesali perbuatannya itu.

Karmin mengalami luka di kepala dan langsung dibawa ke Puskesmas Juwangi oleh warga yang sesaat kemudian mengetahui kejadian itu. Karmin mengalami luka robek di bagian kepala sepanjang 7 cm, lebar 1 cm, dan mendapat 10 jahitan.

Karena lukanya yang cukup parah, Karmin dirujuk ke rumah sakit Yakkum Purwodadi dan meninggal dunia pada Sabtu (25/8/2018). Kapolsek Juwangi Iptu Tri Mulyono mewakili Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi mengatakan sesaat setelah mendapat laporan warga, polisi bergegas ke lokasi dan menangkap Suroto.

“Setelah ada laporan, saat itu juga kami datang dan pelaku langsung kami tangkap tanpa perlawanan tak jauh dari lokasi,” ujarnya di Mapolres.