Epilepsi Kambuh, Warga Beruk Karanganyar Meninggal Terjatuh ke Sungai

Anggota BPBD Karanganyar dibantu warga mengangkut jenazah warga Desa Beruk yang ditemukan meninggal di saluran air pada Minggu (26/8 - 2018). (Istimewa/BPBD Karanganyar)
27 Agustus 2018 09:00 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR – Warga Dusun Pengkok, RT 003/RW 001, Desa Beruk, Karanganyar, Sami, 18, ditemukan meninggal di saluran air di Dusun Tasin, Desa Beruk, Minggu (26/8/2018) pukul 10.30 WIB.

Sami diduga meninggal karena jatuh ke saluran air saat penyakit epilepsi atau ayan yang diderita kambuh. Informasi yang dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber, korban berangkat mencari rumput ke ladangnya di Dusun Tasin, Desa Beruk pukul 08.00 WIB.

Seusai mencari rumput, dia bermaksud istirahat di tepi parit dekat ladangnya. Saat itulah penyakit epilepsi yang diderita diduga kambuh. Akibatnya, Sami jatuh ke parit atau saluran air di dekat tempatnya duduk. Parit kedalaman satu meter dan lebar dua meter. Korban hanyut terbawa arus air sejauh satu kilometer.

Tubuh korban ditemukan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian, Giman, 45, warga Dusun Ngantirejo, RT 003/RW 003, Desa Beruk dan Widodo, 55, warga Dusun Beruk Wetan, Desa Beruk. Tubuh korban di saluran air dalam kondisi tengkurap. Warga melaporkan kejadian itu ke Polsek Jatiyoso. Polisi, anggota Koramil Jatiyoso, BPBD Karanganyar, dan petugas puskesmas datang ke lokasi.

Kapolres Karanganyar, AKBP Henik Maryanto, melalui Kapolsek Jatiyoso, AKP Murtiyoko, menyampaikan petugas puskesmas memeriksa kondisi tubuh korban bagian luar. "Hasilnya mata kanan membiru, punggung kiri terluka gores, kaki kanan lebam, lutut kiri lecet, telinga kiri memar, kepala bagian belakang terdapat benjolan. Hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban," kata dia saat dihubungi Solopos.com, Minggu (26/8).

Anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar dibantu sukarelawan dan warga sekitar mengangkat jenazah dari parit yang berada di tebing ke jalan raya. Jenazah korban diserahkan kepada keluarga oleh Kepala Desa Beruk, Sartono. 

Tokopedia