Pemilu 2019: 34 Caleg DPRD Solo Beralamat Luar Kota

Ilustrasi caleg. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
28 Agustus 2018 08:00 WIB Ivan Andimuhtarom Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Hajatan pesta demokrasi Pemilu 2019 yang memperebutkan 45 kursi DPRD Kota Solo tak hanya diminati calon anggota legislatif (caleg) dari Kota Solo. Beberapa caleg tercatat sebagai warga luar Kota Solo.

Pantauan Solopos.com di Pengumuman Daftar Calon Sementara (DCS) Anggota DPRD Kota Solo pada Pemilu 2019, ada 34 caleg dari total 470 caleg beralamat luar Kota Bengawan. Mereka berada di 10 partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019 di Kota Solo.

Hanya empat parpol yang tidak memiliki caleg luar daerah yaitu PDIP, Partai Berkarya, PKS, dan PAN. Parpol dengan jumlah caleg luar kota terbanyak adalah Partai Hanura, yaitu 10 orang.

Disusul Partai Demokrat dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan jumlah caleg luar kota masing-masing empat orang. Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Gerindra menyertakan masing-masing tiga orang caleg dari luar kota.

Sedangkan Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Perindo, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), dan Partai Bulan Bintang (PBB) masing-masing memasukkan dua caleg yang beralamat luar Kota Solo.

Ketua DPC Partai Hanura Solo, Abdullah A.A., mengatakan para caleg yang dimasukkan sebagian adalah pengurus Partai Hanura. Beberapa orang adalah mahasiswa dan warga boro.

“Kami mengakomodasi mereka. Jadi walau domisili luar Solo, mereka beraktivitas di Kota Solo,” ungkapnya saat dihubungi Solopos.com, Senin (27/8/2018).

Hanura cukup percaya diri karena aktivitas sosial para caleg tersebut selama ini lebih banyak di Kota Solo. Dengan begitu, mereka tetap memiliki potensi meraup suara.

Di sisi lain, Hanura memberikan kesempatan kepada pengurus yang notabene masih berstatus mahasiswa untuk terjun langsung dalam Pesta Demokrasi Pemilu 2019. Hal itu, menurut Abdullah, adalah upaya regenerasi dan kaderisasi politik yang baik.

“Ini untuk pembelajaran ke depan. Bagaimanapun, parpol perlu kaderisasi,” tutur anggota Komisi I DPRD Kota Solo tersebut.

Ketua DPC PPP Solo, Edy Jasmanto, mengatakan partainya tetap memasukkan caleg yang beralamat luar Solo karena berbagai pertimbangan. Pertama, meski secara administratif mereka adalah warga luar Solo, keseharian dan aktivitas mereka lebih banyak dilakukan di Kota Solo.

Kedua, tiga dari empat caleg yang diajukan adalah pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Solo sehingga mereka berpotensi mendulang suara dari warga Nahdliyin.

“Kami memasang mereka bukan karena alasan kurang caleg lalu asal comot caleg. Kami sudah menghitung probabilitas suara yang dapat mereka raih,” ungkapnya kepada Solopos.com, Senin.

Ketua DPD PSI Solo, Muhammad Bilal, juga menyatakan alasan serupa. Para caleg PSI yang beralamat di luar kota sebelumnya tinggal di Solo. Ia mengatakan meski tak tinggal di Kota Solo, caleg-caleg tersebut siap bertempur dalam Pemilu 2019.

“Kami sudah instruksikan seluruh caleg agar tidak berada di zona nyaman. Mereka harus semaksimal mungkin berkampanye untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas. Pokoknya jangan kasih kendor demi target kursi yang kami tetapkan,” papar dia saat dihubungi Solopos.com, Senin siang.