Solopos Hari Ini: Melesat Berkat Silat

Harian Umum Solopos edisi Selasa (28/8 - 2018).
28 Agustus 2018 11:00 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — "Hujan emas" terjadi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Senin (27/8), tepatnya di Padepokan Pencak Silat. Indonesia menyapu bersih delapan medali emas alias seluruh medali emas yang diperebutkan di duel final cabang pencak silat Asian Games 2018.

Delapan nomor final yang dipertandingkan di cabang pencak silat, Senin, adalah tunggal putri, ganda putra, beregu putra, kelas B (50-55 kg) putra, kelas B putri, kelas C (55-60) kg putra, kelas C putri, dan kelas E (65-70 kg) putra. Pencapaian fantastis tersebut membuat Indonesia melesat dengan 22 emas karena juga mendapat tambahan dua keping emas dari panjat dinding.

Kabar tentang pencapaian terbaru kontingen Indonesia di ajang Asian Games 2018 itu menjadi headline pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, Selasa (28/8/2018). kabar tersebut dapat disimak secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Selain itu, berita tentang kasus suap PLTU juga menjadi sorotan utama pada Harian Umum Solopos edisi hari ini. Kasus suap PLTU itu merembet ke nama Setya Novanto.

Suap PLTU Merembet ke Setnov

Mantan Ketua DPR Setya Novanto ikut terseret dalam pusaran kasus suap proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Riau-1. Mantan Ketua Umum Golkar itu, diduga mengetahui proyek tersebut.

Novanto yang merupakan narapidana kasus korupsi proyek KTP-el 2011-2012 diperiksa penyidik KPK sebagai saksi di Gedung KPK, Jakarta, Senin (27/8). KPK sedianya juga memeriksa anak Novanto, Rheza Herwindo, Senin.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, dugaan keracunan massal di Sragen menjadi sorotan utama. Halam Soloraya di Harian Umum Solopos juga menyajikan kabar utama tentang lomba balap perahu di Sragen.

98 Warga Diduga Keracunan

Setidaknya 98 warga Dukuh Kalioso RT 004 Desa Jetiskarangpung, Kecamatan Kalijambe, Sragen, mengalami gejala mual dan muntah yang diduga akibat keracunan makanan, Minggu-Senin (26-27/8/2018). Dari jumlah itu, sebanyak 24 orang dirawat inap di Puskesmas Kalijambe, tujuh orang dirawat di RSUD Gemolong, dan empat orang di RS Assalam Gemolong.

Korban lainnya hanya menjalani rawat jalan. Sebagian dari mereka adalah anak usia sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Konsentrasi Penuh Memacu Perahu Ketinting

Begitu aba-aba dari pemandu lomba terdengar, tiga perahu ketinting [perahu dengan mesin tempel] milik nelayan Dukuh Sidorejo, Ngargotirto, Sumberlawang, Sragen, yang semula berjajar rapi di garis start, langsung melesat di Waduk Kedung Ombo (WKO). Dalam waktu sekitar lima detik, laju perahu-perahu itu sudah mencapai puncak.

Saat sudah mencapai kecepatan penuh, pengemudi harus fokus menjaga keseimbangan perahu agar tidak terguling. Sebab perahu kayu dengan panjang sekitar empat meter dan lebar setengah meter itu relatif tak stabil saat melaju kencang di permukaan air.

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Tokopedia