Pengukuran Lahan Kentingan Baru Solo Ricuh, 2 Orang Ditangkap

Situasi Kentingan Baru, Jebres, Solo, saat pengukuran lahan, Selasa (28/8 - 2018). (Solopos/Muhammad Ismail)
28 Agustus 2018 11:15 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Proses pengukuran lahan Kentingan Baru, Kelurahan/Kecamatan Jebres, Solo, Selasa (28/8/2018) pagi, ricuh. Puluhan warga penghuni lahan sengketa itu mengadang petugas dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Solo yang hendak mengukur tanah yang mereka tempati.

Warga bahkan terlibat saling dorong dengan petugas BPN yang dikawal polisi. Dua orang warga yang diketahui menjadi provokator langsung ditangkap dan diamankan aparat Polresta Surakarta.

Pantauan Solopos.com, petugas BPN yang hendak mengukur lahan tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB. Namun, mereka dihalangi warga dengan blokade di jalan masuk menggunakan bambu.

Mendapati lokasi lahan Kentingan Baru yang akan diukur BPN diblokade warga, puluhan anggota pasukan pengendali massa (Dalmas) diterjunkan untuk mengawal pengukuran hingga terjadilah gesekan. Sampai berita ini diunggah pengukuran masih berlangsung dengan dijaga ketat polisi.

"Kami mengamankan dua orang yang melakukan provokasi saat BPN melakukan pengukuran tanah," ujar Kapolsek Jebres, Kompol Juliana B.R. Bangun kepada Solopos.com.

Kuasa hukum pemilik lahan Kentingan Baru, Haryo Anindhito Setyo Mukti, mengatakan BPN hanya melakukan pengukuran tanah di Kentingan Baru. Pengukuran itu untuk mengembalikan batas tanah objek sengketa yang ditempati warga.

Sementara itu, kejadian tersebut mengundang perhatian warga yang melintas di Jl. K.H. Masykur. Pengguna jalan itu penasaran melihat sejumlah warga berteriak-teriak meminta petugas meninggalkan wilayah Kentingan Baru.

Mereka meminta petugas pergi karena dianggap tidak bisa menunjukkan surat perintah pengukuran. "Mang mantuk Pak nek boten enten surat perintahe [Pulang saja sana, Pak, kalau tak ada surat perintahnya]," teriak warga.

Irawan Sapto Adhi


Tokopedia