DPRD Solo Dukung Rencana Dishub Tak Tutup Total Jalan Jensud

Ruas jalan Jenderal Sudirman Solo (Instagram koransolopos).jpg
28 Agustus 2018 14:00 WIB Ivan Andimuhtarom Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Komisi III DPRD Solo yang merupakan counter part Dinas Perhubungan (Dsihub) Solo mendukung rencana kebijakan Dishub untuk tak menutup total Jl. Jendral Sudirman (Jensud) selama proyek penggantian aspal ke batu andesit. Akses jalan tersebut dinilai vital, khususnya karena masih ada beberapa ruas jalan di Kota Solo yang dalam perbaikan dan tak bisa dilalui.

DPRD juga menyorot rencana pembangunan Flyover Purwosari akhir tahun ini. Jika Dishub Solo tak bisa membuat manajemen rekayasa lalu lintas (MRLL), maka Solo akan menjadi kota yang sangat macet.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Solo, Sugeng Riyanto, mengatakan Dishub Solo sebaiknya mengatur lalu lintas selama pengerjaan proyek agar jalur itu tetep bisa dilalui. Hal itu penting mengingat jalur tersebut sangat padat kendaraan yang melintas.

“Jangan ditutup semuanya,” ujar politikus PKS tersebut kepada Solopos.com, Selasa (28/8/2018).

Menurutnya, alasan lain adalah bakal dimulainya proyek pembangunan Flyover Purwosari. Kalau Jl. Jensud ditutup semua, menurutnya dampak kepada pengguna jalan dan masyarakat Kota Solo akan fatal.

“Ditambah lagi, Flyover manahan juga belum kelar. Sehingga Jensud tidak semestinya ditutup total,” kata dia.

Ia mendorong Dishub Solo dapat menemukan formulasi MRLL yang paling efektif. Selain itu, Dishub juga diharapkan mengerahkan semaksimal mungkin personelnya untuk memastikan semua berjalan baik.

“Saya berharap juga dapat bekerja sama Satlantas Polresta Solo. Dishub ini kan punya perangkat dan ilmu untuk mengkalkulasi dan merancang pola [MRLL] terbaik. Lakukan itu sebelum proyeknya berjalan, sehingga saat proyek berjalan, semua sudah terkalkulasi dengan matang,” kata dia.

Sementara itu, anggota Komisi III DPRD Solo, Wawanto, juga meminta agar jalan tak ditutup total. Menurutnya, pekerjaan bisa dikerjakan di satu ruas terlebih dahulu sehingga ruas lainnya masih bisa dipakai para pengendara kendaraan bermotor.

“Kalau ditutup, itu kemacetan bisa parah. Itu kan di Jl. Monginsidi juga ada pekerjaan pengecoran jalan yang belum selesai,” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, Selasa.

Ia mengatakan Dishub Solo sebaiknya menunggu kajian yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo untuk membuat MRLL selama pekerjaan penggantian aspal dengan batu andesit di Jl. Jensud dilakukan.

Politikus PDIP tersebut menyarankan agar batu yang digunakan memiiki kualitas yang baik dan kuat. Ia berharap pekerjaan di sepanjang Koridor Jensud tak seperti penggantian batu ornamen di Tugu Pamendengan dan Tugu Jam depan Pasar Gede yang beberapa kali mengelupas.