Jadwal Kembali Diubah, Penumpang Batara Kresna Melonjak

Penumpang memasuki rangkaian Railbus Batara Kresna. (dok)
28 Agustus 2018 18:18 WIB Farida Trisnaningtyas Solo Share :

Solopos.com, SOLO—Railbus Batara Kresna kian diminati publik setelah PT Kereta Api Indonesia mengembalikan jadwal operasional kereta api perintis yang melayani rute Solo–Wonogiri ini menjadi pukul 06.00 WIB dan pukul 10.00 WIB dari Stasiun Purwosari.

Bahkan, PT KAI Daerah Operasi VI/Yogyakarta yang mengoperasikan railbus ini mencatat okupansi Batara Kresna pada Januari hingga Juli 2018 sudah mencapai 53.377 penumpang.

Manajer Humas PT KAI Daop VI/Yogyakarta, Eko Budiyanto, mengatakan perubahan jadwal memengaruhi animo masyarakat untuk menaiki railbus Batara Kresna ini. Sebenarnya, jadwal operasional sekarang ini adalah jadwal awal saat railbus ini kali pertama diluncurkan. Namun, jadwal sempat berubah menjadi pukul 04.00 WIB dan pukul 06.00 WIB dari Stasiun Purwosari ke Wonogiri.

“Volume penumpang KA perintis Batara Kresna periode Januari hingga Juli 2018 mencapai 53.377 penumpang. Sedangkan rata-rata penumpang mencapai 254 penumpang per hari. Penumpang ini didominasi rombongan siswa yang melakukan perjalanan edukasi maupun wisata karena harga tiketnya sangat terjangkau, yakni Rp4.000,” ujarnya kepada wartawan, di Stasiun Purwosari, Selasa (28/8/2018).

Menurutnya, jadwal operasional Batara Kresna ini kali terakhir diubah pada 1 September 2017. Pihaknya mengapresiasi lonjakan penumpang yang terjadi setelah railbus ini kembali ke jadwal semula. Jumlah okupansi pada semester I 2018 ini dinilai bagus. Di sisi lain, pada 2017 pihaknya mencatat ada sebanyak 79.900-an penumpang saat Batara Kresna ini menggunakan jadwal yang lama.

Di samping itu, Batara Kresna merupakan KA yang sangat unik karena merupakan satu satunya KA yang melewati Jl. Slamet Riyadi tepat membelah Kota Solo. Sayangnya keunikan kereta ini tidak diimbangi dengan kesadaran masyarakat di sekitar jalur KA ini.

“Kami imbau kepada masyarakat untuk berhati-hati ketika melewati Jl. Slamet Riyadi dan pelintasan sebidang lainnya pada saat railbus melintas, tidak melakukan aktivitas di pinggir rel, tidak mendirikan bangunan di sepanjang lintasan atau rel, serta tidak menggunakan lori di rel,” jelasnya.