Kecelakaan Sukoharjo: Nyawa Guru TPA Itu Melayang di Kolong Truk

Polisi mengevakuasi korban kecelakaan di Cemani, Sukoharjo, Selaa (28/8 - 2018). (Facebook/ICS)
28 Agustus 2018 17:15 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Kecelakaan antara sepeda motor dengan truk trailer di Jl. Sidoluhur, Dusun Waringinrejo, Desa Cemani, Kecamatan Grogol, Selasa (28/8/2018), mengakibatkan hilangnya nyawa seorang perempuan muda.

Perempuan berusia 20 tahun itu bernama Dian Agustina Supatma, warga Dusun Prenggan, Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo. Saat kejadian, Selasa pukul 05.00 WIB itu, Dian tengah mengantarkan ibundanya, Yamtinah,66, naik sepeda motor ke pasar untuk berjualan tempe.

Namun di tengah jalan, sepeda motornya menabrak truk yang tengah atret atau parkir di bahu jalan hingga tubuh Dian masuk ke kolong truk. Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai guru mengaji Tempat Pendidikan Alquran (TPA) ini meregang nyawa di kolong truk trailer tersebut.

"Posisi truk yang hendak parkir tanpa ada aba-aba dari kernet. Sepeda motor langsung menabrak bodi truk. Pengendara sepeda motor jatuh dan terlindas ban truk," kata KBO Satlantas Polres Sukoharjo, Iptu Suyono, mewakili Kasatlantas Polres Sukoharjo, AKP Zamroni, kepada Solopos.com, Selasa.

Truk itu dikemudikan Ngalim, warga Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal. Dian meninggal di lokasi kejadian lantaran luka parah di kepala. Sementara ibunya menderita luka serius di tangan dan kaki. Warga setempat langsung membawa Yamtinah ke RSUD Ir. Soekarno untuk mendapat perawatan medis.

Sementara jenazah Dian langsung dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga. “Petugas telah memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian termasuk sopir truk trailer. Informasinya, Dian hendak mengantarkan ibunya berjualan tempe di pasar,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua RT 001/RW 002, Dusun Prenggan, Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol, Ariwahar, mengatakan Dian sehari-hari bekerja sebagai guru mengaji TPA di kampungnya. Dia selalu mengantarkan ibunya berjualan tempe di pasar tradisional seusai Salat Subuh.

Ari mengaku kaget saat menerima kabar meninggalnya Dian yang berboncengan dengan ibunya setelah menabrak bodi truk trailer. “Warga setempat kaget. Tahu-tahu ada kabar Dian terlibat kecelakaan dan meninggal dunia. Almarhumah pernah mondok [santri pondok pesantren]. Setelah lulus sering mengajar mengaji di masjid dan TPA,” kata dia.