Keracunan Massal Sragen, Ini Kata Polisi

Warga Dukuh Kalioso, Desa Jetiskarangpung, Kalijambe, Sragen, yang keracunan masih dirawat inap di Puskesmas Kalijambe, Selasa (28/8 - 2018). (Solopos/Kurniawan)
28 Agustus 2018 20:15 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Jajaran Polsek Kalijambe, Sragen, bersikap hati-hati dalam menyikapi kejadian keracunan massal yang dialami 125 warga Dukuh Kalioso RT 004 Desa Jetiskarangpung, Kalijambe. Kejadian tersebut melibatkan banyak orang.

Kapolsek Kalijambe, AKP Marsidi, mewakili Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman, saat dihubungi Solopos.com, Selasa (28/8/2018), mengatakan sejauh ini polisi sebatas menyelidiki kejadian itu.

“Sementara ini kami belum bisa menentukan [melakukan proses hukum atau tidak]. Jadi kami masih menunggu petunjuk-petunjuk yang ada karena kegiatan ini kan bersifat kebersamaan, melibatkan banyak orang. Kami dalami dulu,” ujar dia.

Marsidi belum bisa mengatakan apakah ada kemungkinan dilakukan proses hukum atau tidak. Kegiatan yang memicu terjadinya keracunan massal, yaitu jalan sehat, melibatkan ratusan warga Kalioso, dan intansi samping.

Apalagi sejauh ini tidak ada pihak atau warga yang mengadukan (melaporkan) kejadian tersebut. “Maka dari itu kami belum bisa mengatakan. Yang diproses atau yang mau ditersangkakan siapa juga belum tahu,” kata dia.

Marsidi berharap kejadian serupa tidak terulang lagi di wilayah hukum Polsek Kalijambe. Bila akan menyajikan makanan untuk orang banyak harus benar-benar dipersiapkan dan harus disajikan tak lebih dari satu jam sejak selesai dimasak.

“Kami mengimbau masyarakat kalau menyajikan makanan atau menu untuk orang banyak jangan sampai lewat dari tiga jam baru disajikan. Paling lama satu jam lah. Ini jadi pengalaman agar ke depan tak terjadi lagi,” seru dia.

Menurut Marsidi, penting untuk memastikan setiap komponen makanan yang dimasak dalam kondisi segar dan steril dari bakteri atau zat kimia. Tak menutup kemungkinan sayuran saat ini banyak mengandung zat kimia.

“Benar atau tidak, tidak ada yang tahu, kadang tanaman sekarang kan kadang dipacu supaya tumbuh cepat dan subur. Makanya harus hati-hati. Walau pun beli, tapi kita tak tahu proses pemeliharaan tanaman itu,” sambung dia.