Perempuan Klaten Hilang Menjelang Pernikahan

Susi Susilowati, warga Klaten yang hilang menjelang pernikahan. (Istimewa)
28 Agustus 2018 19:15 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Susi Susilowati, 22, warga Dukuh Gebang, Desa Katekan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, sudah 10 hari menghilang. Padahal, ia dijadwalkan menikah pada Rabu (29/8/2018).

Susi menghilang sejak Sabtu (18/8/2018). Pada Sabtu pagi, seperti biasa anak pertama pasangan Sugimin dan Kismi itu berpamitan kepada keluarganya untuk berangkat kerja di salah satu pabrik di Taji, Kecamatan Prambanan.

Namun, hingga malam Susi tak kunjung pulang. Bahkan hingga Selasa (28/8/2018) atau sehari menjelang pernikahan dengan pasangannya, Sehono, warga Kecamatan Manisrenggo, keberadaan Susi belum juga diketahui. Keluarganya bingung karena undangan pernikahan sudah telanjur disebar.

Susi memiliki rambut panjang berwarna hitam kemerahan dan lurus. Perempuan tersebut mengenakan kawat gigi dan berkulit putih dengan tinggi badan sekitar 160 sentimeter. Kali terakhir ia meninggalkan rumah mengendarai sepeda motor Satria FU berpelat nomor AB 6145 CY.

Kerabat Susi, Aan, 26, mengatakan pada Sabtu (18/8/2018) Susi sempat bekerja di perusahaannya. Hal itu berdasarkan keterangan dari teman-teman kerjanya.

“Tetapi dari teman kerjanya tidak tahu setelah bekerja dia ke mana,” kata Aan saat dihubungi Solopos.com, Selasa.

Upaya pencarian sudah dilakukan dengan mendatangi berbagai wilayah di Klaten bersama calon suami Susi. Pencarian itu termasuk menyebar informasi melalui media sosial.

Keluarga juga terus mencoba menghubungi nomor ponsel Susi. Namun, saat dihubungi berkali-kali, nomor ponsel tersebut tak aktif.

“Nomor ponsel ganti dan sudah didapatkan yang baru. Ketika dihubungi sekali tersambung berikutnya tidak aktif lagi,” kata Aan.

Aan mengaku sudah mengusulkan kepada orang tua Susi untuk melapor ke polisi. Namun, ayah Susi memilih tak melapor ke polisi.

Aan mengatakan tak ada persoalan antara Susi dengan calon suami maupun calon mertuanya yang hingga kini terus melakukan pencarian. Persoalan diduga lantaran ada miskomunikasi antara Susi dan keluarganya.

“Untuk persoalannya apa saya tidak tahu persis. Mungkin bisa langsung tanya ke yang bersangkutan. Namun, kalau dengan calon suaminya tidak ada persoalan apa pun. Susi dan calon suaminya itu sudah berpacaran sejak lama. Kalau tiga tahun berpacaran sudah ada,” jelas Aan.

Aan mengatakan kedua orang tua Susi hingga kini masih shock. Sugimin saban sore duduk di depan rumahnya menantikan anak pertamanya itu pulang.

karena Susi belum ditemukan, Aan mengatakan rencana pernikahan yang dijadwalkan Rabu ini diundur. Ia berharap Susi cepat pulang dan kembali berkumpul dengan keluarganya.

“Harapannya Mbak Susi cepat pulang. Kalau ada masalah bisa dibicarakan maunya seperti apa nanti dirundingkan. Untuk rencana pernikahan sepertinya diundur. Keluarga Mbak Susi sudah bicara dengan keluarga calon suami,” kata Aan.

Sementara itu, saat Solopos.com mendatangi rumahnya, kedua orang tua Susi tak ada. Kondisi rumah bercat hijau yang bersebelahan dengan persawahan dan rumah warga lainnya itu sepi dengan kondisi salah satu pintu terbuka saat didatangi Selasa siang.

“Tidak ada di rumah. Sepertinya sedang mencari putrinya. Biasanya pintu terbuka meski rumah sepi,” kata salah satu tetangga Sugimin yang enggan disebutkan namanya.



Tokopedia