Resah, Petani Terdampak Tol di Kebak Karanganyar Curhat ke Bupati

Presiden Jokowi (paling kanan) saat peresmian jalan Tol Colomadu-Sragen di Kecamatan Ngemplak, Boyolali, Minggu (15/7 - 2018). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
28 Agustus 2018 21:15 WIB Sri Sumi Handayani Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Puluhan warga Desa Kebak, Kebakkramat, Karanganyar, beraudiensi dengan Bupati Karanganyar tentang dampak jalan tol Solo-Kertosono (Soker) terhadap pertanian warga sekitar.

Puluhan warga Desa Kebak datang ke Kantor Bupati Karanganyar pada Selasa (28/8/2018). Bupati Karanganyar, Juliyatmono, didampingi sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) menemui warga di Ruang Garuda kompleks Sekretariat Daerah (Setda) Karanganyar.

Mereka yang datang adalah warga terdampak pembangunan jalan tol, petani, perkumpulan petani pemakai air (P3A), dan lain-lain. Mereka mengeluhkan dampak jalan tol terhadap pertanian dan irigasi sawah di sekitar proyek nasional itu.

Perwakilan warga yang beraudiensi, Sukarno, menuturkan keinginan warga adalah keberadaan jalan tol tidak mempengaruhi hasil pertanian.

"Evaluasi kaitan pembangunan jalan tol. Sesuai sosialisasi dulu kan jalan tol katanya enggak akan mempengaruhi jalan usaha tani. Kami minta semua dikembalikan seperti semula. Talut yang rusak karena proyek, pembatas saluran irigasi disesuaikan," kata dia saat menyampaikan pendapat di hadapan Bupati.

Mereka beraudiensi karena khawatir saluran irigasi, jalan usaha tani, maupun talut terdampak jalan tol tidak dikembalikan seperti sediakala sebelum terkena proyek jalan tol Solo-Kertosono. Kekhawatiran mereka karena jalan tol sudah beroperasi.

Salah seorang warga lain juga mengeluh tentang sulitnya mengontrol air irigasi karena saluran berada di balik pagar pembatas jalan tol.

"Kami kalau mau mengecek saluran itu kan harus masuk ke area jalan tol. Kalau masuk itu diinterogasi petugas. Ditanya nama, alamat, komplet. Hla padahal saluran irigasi di situ [di dalam area jalan tol]. Penginnya saluran irigasi di luar tol. Jalan usaha tani dulu ada, sekarang buntu," tutur dia.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, menyampaikan belum bisa banyak berkomentar setelah mendengar keluhan warga. Dia menjanjikan meninjau lokasi yang dipersoalkan warga pada Rabu (29/8/2018) sore. Setelah itu, Bupati dapat memutuskan solusi terbaik.

"Ora isa ngomong yen ora nang lokasi. Sesuk [Rabu] nang lokasi dicek. Endi sing bisa segera diatasi. Nanti bagi tugas, tugas jalan tol mana, tugas kabupaten, tugas desa. Ben ndang rampung," tutur Yuli, sapaan akrabnya, saat menanggapi keluhan warga.

Dia meyakinkan warga bahwa kontraktor tidak akan meninggalkan tanggung jawab menyelesaikan pembangunan jalan tol hingga tuntas. Oleh karena itu, dia meminta warga tenang.

"Ijik eneng lemah sing kudu dibebaskan jalan tol. Karepku rapi kabeh. Jalan tol proyek besar. Semua tidak ada yang dirugikan supaya semua lancar. Semua yang diminta, saya perhatikan. Tidak ada yang tidak bisa diselesaikan," ujar Bupati.

Sementara itu, Pejabat Humas PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Budi Purnomo, memastikan tidak akan meninggalkan tanggung jawab. PT Waskita Karya (Persero) Tbk. adalah kontraktor yang membangun jalan tol Solo-Ngawi paket 1 Karanganyar-Sragen. Dia datang saat audiensi.

Budi menyampaikan kontraktor akan mengembalikan saluran irigasi seperti sediakala. Sebelum terdampak jalan tol, saluan irigasi dari pasangan batu.

"Akan dikembalikan seperti semula nanti. Belum selesai proyeknya. Kami punya dokumennya dulu seperti apa. Kalau di Kebak ini tinggal jalan usaha tani. Kami harap semua proaktif," ujar dia saat ditemui wartawan seusai audiensi.

Tokopedia