CFD Gendengan-Purwosari untuk PKL Sunday Market Manahan Solo

Suasana Sunday Market Manahan Solo. (Solopos/Dok)
29 Agustus 2018 08:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dinas Perdagangan (Disdag) Solo menyatakan lokasi di kawasan Car Free Day (CFD) Jl. Slamet Riyadi masih mampu menampung pedagang kaki lima (PKL) Sunday Market Manahan. Lokasi yang tersedia yakni zona Gendengan hingga Purwosari.

Kegiatan Sunday Market di kawasan Stadion Gelora Manahan Solo dipastikan bubar untuk selamanya menyusul renovasi stadion kebanggaan wong Solo itu pada tahun ini.

“Kalau hanya 1.000-an pedagang masih bisa di sana [Gendengan-Purwosari],” kata Kepala Bidang (Kabid) PKL Dinas Perdagangan (Disdag) Solo Didik Anggono ketika berbincang dengan wartawan, Selasa (28/8/2018).

Didik tak memungkiri sudah banyak PKL Sunday Market Manahan yang mulai berjualan di kawasan CFD Slamet Riyadi. Informasi itu diperoleh dari para pedagang CFD.

Namun, Disdag belum bisa memastikan berapa jumlah limpahan PKL bekas pasar tiban Minggu pagi di Manahan ke area CFD Jl. Slamet Riyadi tersebut. Didik beralasan mereka menggelar dagangan tanpa melapor ke Disdag.

“Data pastinya tidak tahu berapa pedagang [Sunday Market Manahan] yang sudah jualan di CFD. Daftar langsung ke sini [Disdag] juga belum ada,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi limpahan PKL Sunday Market Manahan ke CFD, Didik telah berkoordinasi dengan paguyuban PKL CFD. Koordinasi dimaksudkan agar keberadaan PKL Sunday Market tidak berjualan di zona-zona yang sudah digunakan para PKL CFD setiap Minggu.

PKL Sunday Market Manahan akan diarahkan untuk berjualan di zona CFD yang masih kosong, yakni ruas Gendengan hingga Purwosari. Dari tahun ke tahun jumlah PKL CFD Jl. Slamet Riyadi meningkat 200-an pedagang.

Mereka mengais rezeki dengan menggelar aneka dagangan di citywalk Jl. Slamet Riyadi. “Spot Gendengan dan Purwosari masih kosong. Kalau lokasi lainnya sudah penuh dengan PKL CFD,” katanya.

Selain ruas Gendengan-Purwosari, Didik mengatakan limpahan PKL Sunday Market Manahan akan diarahkan ke kawasan CFD Jl. Ir. Juanda. Lokasi di sana dinilai masih mampu menampung para PKL eks Sunday Market Manahan.

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan kawasan dalam Gelora Manahan harus bebas dari aktivitas PKL setelah penataan kawasan tersebut. Ke depan Gelora Manahan murni hanya untuk aktivitas olahraga sehingga harus bebas dari PKL di dalamnya.

“Semua [Gelora Manahan] akan kita tata ulang, semua spotnya hanya untuk olahraga. Jadi tidak ada lagi PKL di sana,” katanya.

Pemkot Solo segera menyusun masterplan penataan Gelora Manahan. Nantinya, Wali Kota akan mengusulkan dibangun lokasi sirkuit BMX serta memfasilitasi usulan dari cabang olahraga panahan dalam masterplan penataan Gelora Manahan.

Saat ini, proyek penataan kawasan Gelora Manahan telah mulai dikerjakan pemerintah pusat dari renovasi Stadion Manahan serta GOR Manahan.

Sesuai kontrak, pengerjaan proyek renovasi Stadion Manahan telah ditandatangai dengan kontraktor pada 20 Agustus 2018. Kontraktor yang dipilih yakni PT Adhi Karya dan PT Penta Rekayasa.

Pengerjaan renovasi ditetapkan selama 407 hari kerja. Renovasi Stadion Manahan ditargetkan selesai pada akhir September 2019. Anggaran renovasi mencapai Rp301 miliar.

Renovasi Stadion Manahan dilakukan secara menyeluruh mulai dari lapangan, fasilitas pemain, hingga tempat parkir. Renovasi meliputi penggantian kursi menjadi single seat seperti di Gelora Bung Karno.

Kemudian penambahan atap dari semula hanya sisi barat, nantinya semua akan ditutup. Selain itu interior termasuk ruang ganti pemain, hingga ruang khusus difabel.