Solopos Hari Ini: Indonesia Siap-Siap Panen Emas Lagi

Harian Umum Solopos edisi Rabu (29/8 - 2018).
29 Agustus 2018 11:00 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Indonesia siap-siap kebanjiran emas lagi dari cabang pencak silat yang akan bertanding di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Rabu (29/8/2018). Setelah memanen delapan keping emas pada Senin (27/8), Indonesia sangat berpeluang mendapatkan enam emas dalam pertarungan, Rabu.

Hal itu tak lepas dari keberhasilan Tim Merah Putih menempatkan enam wakil di enam kelas dari delapan kelas yang akan memperebutkan medali emas, hari ini. Di tunggal putra, Sugianto menjadi wakil Indonesia untuk merebut emas. Sementara itu, di final beregu putri Indonesia menempatkan Ayu Sidan Wilantari/Ni Made Dwiyanti. Indonesia juga berpeluang meraih emas dari beregu putri.

Kabar tentang prediksi raihan medali emas Indonesia di Asian Games 2018 itu menjadi headline pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, Rabu (29/8/2018). Berita tersebut dapat dibaca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Selain itu, penilaian Bawaslu dan KPU tentang gerakan #2019GantiPresiden juga menjadi sorotan utama pada Harian Umum Solopos edisi hari ini. Kabar tersebut memang menjadi topik hangat beberapa kalangan.

Bawaslu dan KPU Sebut Bukan Kampanye

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyebut gerakan #2019GantiPresiden tidak masuk ranah kampanye Pilpres 2019. Aksi dan deklarasi #2019GantiPresiden kembali ramai menjelang kampanye Pilpres 2019.

Bawaslu menilai hal tersebut bukan sebuah pelanggaran. "Tidak melanggar aturan," ujar anggota Bawaslu Rahmat Bagja saat dihubungi, Rabu (28/8/2018).

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Pada halaman Soloraya Harian Umum Solopos edisi hari ini, ada kabar utama tentang kasus dugaan penipuan di Sragen. Objek wisata baru di Klaten juga menjadi kabar utama pada halaman Soloraya.

Calo CPNS Ditahan

Empat orang anggota komplotan makelar atau calo calon pegawai negeri sipil (CPNS) ditahan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sragen, Senin (27/8/2018). Aksi keempat orang itu mengarah pada indikasi pelanggaran Pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman tujuh tahun penjara.

Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman melalui Kasatreskrim Polres Sragen AKP Yuli Munasoni saat dimintai konfirmasi Solopos, Selasa (28/8/2018), menyebut keempat tersangka terdiri atas Mustofa, 61, pensiunan PNS, asal Dukuh Karanganom RT 007, Desa Taraman, Sidoharjo, Sragen; Heru Budi Susanto, 52, PNS asal Dukuh Nglarangan RT 065/RW 001, Desa/Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar; Heri Kustopo, 44, PNS asal Dukuh Kradan RT 003/RW 008, Desa Sukorejo, Kecamatan Wedi, Klaten; dan Suyadi, 51, warga dukuh Ngamban RT 005, Desa Gawan, Tanon, Sragen.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Modal Rp200.000 Jadi Taman Bunga

Di era media sosial, membuat foto yang indah dan unik untuk diunggah menjadi "kebutuhan". Kini, ada tempat baru untuk didatangi dan menjadi tempat berfoto yang unik, yaitu kebun bunga Celosia milik Telaga Nursery Prambanan, Dukuh Tlogo Lor, Desa Tlogo, Kecamatan Prambanan, Klaten.

Kebun itu baru dibuka sekitar sepekan lalu. Namun, orang-orang dari berbagai daerah seperti Jogja, Solo, Jakarta hingga Kalimantan sengaja datang ke kebun itu untuk menikmati hamparan bunga Celosia. Mereka juga mengabadikan keindahan itu menggunakan ponsel atau kamera yang dibawa.

Simak secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Tokopedia