Didesak soal BST Koridor 4, Jawaban Damri Solo Nggantung

Bus Batik Solo Trans. (Solopos/Dok)
29 Agustus 2018 19:15 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Perum Damri Cabang Solo tak bisa memastikan kapan akan memberikan jawaban secara tertulis ke Dinas Perhubungan (Dishub) Solo terkait tawaran pengoperasian bus BST koridor 4 (Terminal Kartasura-Palur via Jl. Adisucipto).

Dengan demikian, jadwal pengoperasian bus Batik Solo Trans (BST) Koridor 4 tetap menjadi teka-teki mengingat Dishub juga menunggu jawaban resmi dari Perum Damri sebelum mengalihkan pengelolaan koridor 4 ke PT Bengawan Solo Trans (BST).

General Manajer (GM) Perum Damri Cabang Solo, Sentot Bagus Santoso, merasa tak berhak memberikan jawaban atas tawaran dari Pemerintah Kota (Pemkot) Solo untuk mengoperasikan bus BST di koridor 4.

Menurut dia, kebijakan tersebut ada pada direksi Perum Damri Pusat di Jakarta. Pejabat Perum Damri Cabang Solo hanya menjadi operator pengelolaan bus BST atas perintah direksi Perum Damri pusat.

“Dari ranahnya, bukan berada di tangan kami, tapi langsung direksi Perum Damri Pusat. Jadi kami tidak tahu juga kapan surat resmi akan dilayangkan ke Dishub sebagai jawaban atas tawaran pengoperasian bus BST di koridor 4,” kata Sentot, Rabu (29/8/2018).

Menurut Sentot, wajar jika Direksi Perum Damri tak bisa memberikan keputusan dengan cepat. Direksi Perum Damri Pusat tentu butuh waktu unuk mempertimbangkan sejumlah hal atau peluang dalam pengoperasian bus BST di koridor 4.

Sentot mengatakan tidak menutup kemungkinan Perum Damri bakal berubah pikiran dan siap mengelola operasional bus BST koridor 4. Sentot membenarkan pada pertemuan dengan pejabat Dishub beberapa waktu lalu pewakilan pejabat Perum Damri Pusat menyatakan keberatan mengelola koridor 4 tanpa adanya subsidi dari pemerintah.

Perum Damri Pusat juga siap melepas pengelolaan bus BST di koridor 1 jika itu menjadi konsekuensi karena tidak sanggup mengoperasikan bus BST koridor 4.

“Terkait masalah pengoperasian BST ini kan mau ditangani Kemenhub juga. Kita lihat nanti seperti apa. Apa Kemenhub akan memberikan subsidi? Jika iya, mungkin Direksi memutuskan siap mengelola bus BST di Solo. Tapi itu nanti. Kami manut saja keputusan dari direksi Perum Damri Pusat. Masalah MoU dan lain sebagainya itu menjadi kewenangan pusat,” jelas Sentot.

Kepala Dishub Solo, Hari Prihatno, mengatakan Perum Damri telah menyatakan sikap atas tawaran dari Pemkot Solo untuk mengoperasikan bus BST koridor 4. Terakhir, kata dia, Perum Damri memberi jawaban enggan mengoperasikan bus BST di koridor 4 jika tak mendapatkan subsidi dari pemerintah.

Perum Damri meminta subsidi dengan alasan tidak mau merugi setelah menjalankan bus BST di koridor 4. Karena enggan mengelola bus BST koridor 4, Dishub meminta kepada Perum Damri untuk melepas pengelolaan bus BST di koridor 1.

Dishub menjadikan pengelolaan bus BST koridor 1 dengan koridor 4 sebagai satu paket. Hari menyampaikan Pemkot tidak bisa memberikan subsidi kepada Perum Damri karena keterbatasan anggaran daerah.

Dishub berharap Perum Damri bisa menanggung pembiayaan operasional bus BST koridor 4 secara mandiri. Dia meyakini manajemen Perum Damri Cabang Solo dengan pengalamannya mampu melakukan hal itu.



Tokopedia