Pimpin Apindo Solo, Ini Program Kerja Wawan Lukminto

Ketua Apindo Solo terpilih, Iwan Kurniawan Lukminto (kanan) bersama Ketua Apindo Solo Sebelumnya, Baningsih Tedjokartono, di Pendapi Gede Balai Kota Solo, Rabu (29/8 - 2018). (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)
29 Agustus 2018 18:47 WIB Bayu Jatmiko Adi Solo Share :

Solopos.com, SOLO--Iwan Kurniawan Lukminto (Wawan) terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Solo periode 2018-2023, pada Musyawarah Kota (Muskot) Apindo IX di Balai Kota Solo, Rabu (29/8/2018).

Menjaga kondusivitas iklim usaha di Solo menjadi salah satu program utama Apindo Solo ke depan. Saat ditemui wartawan seusai Muskot Apindo di Pendapi Gede Balai Kota Solo, Wawan mengatakan iklim usaha di Solo saat ini sudah cukup baik. Bahkan menurutnya saat ini kegiatan industri di Jawa Tengah (Jateng) juga terus meningkat. Hal itu bisa dilihat dari sejumlah industri yang masuk di Jateng termasuk di Solo dan sekitarnya.

"Konsentrasi dari investasi maupun pengembangan sudah cukup banyak. Saya rasa tantangan yang ada bisa dihindari, asalkan bisa fokus meningkatkan skill SDM," kata Vice President PT Sri Rejeki Isman (Sritex) tersebut.

Selain itu program utama yang akan dijalankan Apindo Solo ke depan adalah membina hubungan antara karyawan dan perusahaan. Menurutnya kedua unsur tersebut tidak bisa dipisahkan.

"Tidak bisa juga menilai yang satu lebih penting dari pada yang satunya. Hal itu [hubungan baik] bisa terlaksana jika ada kepercayaan," kata dia.

Di sisi lain dia menilai pembinaan terhadap tenaga kerja juga perlu dilakukan untuk peningkatan keterampilan SDM. Menurutnya tantangan perusahaan secara global salah satunya adalah penguatan SDM. Tenaga kerja saat ini harus memiliki skill yang cukup tinggi.

"Terlebih dengan adanya industri 4.0, para pekerja harus bisa belajar. Ini merupakan tantangan," kata dia.

Secara umum Wawan juga mengapresiasi langkah penerintah yang telah mengupayakan program vokasi untuk mencetak tenaga kerja siap kerja. Hanya menurutnya program tersebut masih perlu dipertajam agar tenaga kerja yang dihasilnya benar-benar memiliki skill yang dibutuhkan perusahaan.

"Kami akan berdiskusi dengan pemerintah untuk meningkatkan SDM yang ada," lanjut dia.

Sementara itu, Ketua Apindo Jateng, Frans Kongi, mengatakan meski ada berbagai tantangan, seperti melemahnya nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, masih tingginya tarif dasar listrik dan sebagainya, kondisi dunia usaha di Jateng masih cukup baik.

Tokopedia