Cari Kerja? Job Fair Sragen Tawarkan 7.000 Lowongan

Wabup Sragen, Dedy Endriyatno, melihat-lihat stan peserta Job Fair 2018 Sragen di Gedung Kartini, Rabu (29/8 - 2018). (Solopos/Kurniawan)
29 Agustus 2018 17:15 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen kembali menggelar Job Fair 2018 atau bursa lowongan kerja. Kegiatan itu diikuti 33 perusahaan di Soloraya dengan lebih dari 7.000 lowongan kerja yang dibuka.

Job Fair 2018 untuk kali kedua tahun ini dibuka Wakil Bupati (Wabup) Sragen, Dedy Endriyatno, Rabu (29/8/2018), dan akan berlangsung hingga Kamis (30/8/2018) di Gedung Kartini Kompleks DPRD Sragen.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sragen, Pudjiatmoko, saat diwawancarai Solopos.com di acara itu mengatakan sepanjang tahun ini Pemkab Sragen sudah dua kali menggelar bursa lowongan kerja.

Bursa kali pertama digelar April lalu. Saat itu tersedia hingga 9.000 lowongan pekerjaan. Sedangkan untuk kali kedua ini menyediakan 7.000 lowongan kerja.

"Semula kami menargetkan 5.000 lowongan di bursa kali ini. Tapi ada susulan hingga 7.000 lowongan. Perusahaan pesertanya pun bertambah dari target awal 22 perusahaan menjadi 33 perusahaan," tutur dia.

Pudjiatmoko berharap serapan tenaga kerja asal Sragen dari kegiatan job fair kali ini bisa optimal. Berdasar data 2017 terdapat 558.207 penduduk usia kerja 15-58 tahun.

Dari jumlah itu 448.365 orang berstatus sebagai angkatan kerja. Sedangkan angkatan kerja yang sudah bekerja 428.443 orang. Artinya masih ada 19.922 pengangguran terbuka.

Bila dipersentase, jumlah pengangguran terbuka Sragen sekitar 4,44 persen dari jumlah angkatan kerja produktif. Dengan adanya job fair diharapkan angka pengangguran terbuka bisa dikikis.

"Perusahaan peserta bursa kerja tidak hanya dari Sragen, tapi berbagai daerah di Soloraya. Ada yang bergerak di bidang perbankan, asuransi, BP3TKI Jateng, hingga pabrik garmen," imbuh dia.

Salah seorang pencari kerja asal Klembon RT 034/RW 007 Pilang, Masaran, Yuni Kartika Sari, 18, mengaku lega dengan adanya Job Fair 2018. Banyak pilihan lowongan kerja yang bisa dia lamar.

Perempuan berkerudung itu mengaku selama ini cukup sulit mendapatkan pekerjaan dengan upah yang layak. Dia mencontohkan pekerjaan menjaga toko yang dijalaninya beberapa waktu ini.

"Upah saya dari jaga toko masih di bawah UMK [upah minimum kabupaten]. Jadi saya pikir lebih baik cari pilihan pekerjaan lain yang lebih layak dari sisi upah dan menantang," tutur Yuni.

Alumnus SMK Muhammadiyah 4 Sragen tersebut mengaku sudah ada beberapa perusahaan peserta job fair yang ingin dia lamar. Dia berharap bisa beruntung masuk ke perusahaan itu.

"Saya kerja di luar negeri siap, di Sragen atau di mana pun siap. Yang penting bisa dapat pekerjaan layak dengan upah sepadan. Zaman seperti sekarang sangat sulit cari kerja," imbuh dia.