Seniman dari 11 Negara Meriahkan SIPA 2018

Seniman luar negeri yang tampil di SIPA 2018 (Instagram/sipafestival)
30 Agustus 2018 10:00 WIB Chelin Indra Sushmita Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Festival seni pertunjukan bertaraf internasional, Solo International Performing Arts (SIPA) 2018, siap digelar. Acara tahunan ini rencananya digelar pada 6-8 September 2018 di Benteng Vastenvburg, Solo, Jawa Tengah. Pada 2018 ini merupakan penyelenggaraan SIPA yang ke-10.

Pergelaran seni rutin yang digelar setiap tahun mulai 2009 ini menawarkan pertunjukan menakjubkan dari sejumlah seniman dunia. SIPA 2018 dimeriahkan oleh penampilan seniman dari 11 negara, yakni Indonesia, Italia, Amerika Serikat, Taiwan, Rusia, Zimbabwe, Filipina, Spanyol, Korea, Jerman, dan Belanda. Mereka bakal menampilkan pertunjukan terbaik untuk memeriahkan SIPA 2018.

"Jadi tahun ini ada 10 seniman dari negara asing yang tampil. Para penampil sekaligus ingin mengetahui lebih jauh tentang budaya Indonesia dan mengenal masyarakat Solo lebih dekat," terang Direktur SIPA, Irawati Kusumosari, kepada Solopos.com saat berkunjung ke Griya Solopos, Rabu (29/8/2018).

Penyelenggaraan SIPA yang ke-10 ini mengangkat tema We Are the World We Are the Nations. Tema ini diambil untuk membangkitkan semangat masyarakat dunia. "We Are the World We Are the Nations merefleksikan bahwa kita adalah satu bangsa satu dunia. Maka, biarlah perbedaan bahasa, warna kulit, adat, tradisi, dan bangsa itu menjadi satu dalam kekuatan kebersamaan," sambung Irawati Kusumosari.

SIPA merupakan ruang pertemuan bagi beragam seni pertunjukan dari dalam maupun luar negeri. Energi seni pertunjukan itulah yang menyuarakan tentang kebersamaan di panggung yang terus dikumandangkan dalam setiap gelaran SIPA.

Pembukaan SIPA 2018 pada 6 September 2018 rencananya bakal dihadiri oleh Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Triawan Munaf. Sebelum sampai ke sana, ada beberapa agenda pre-event yang digelar, yakni pada 11 Agustus 2018 di Solo Grand Mall (SGM), dan 4-5 September 2018 mendatang.

Acara pre-event SIPA 2018 yang digelar di SGM berisi pentas tari dan peragaan busana yang dikemas dalam acara bertema Semangat SIPA dalam Keindahan Tari dan Busana. Sementara pre-event yang dijadwalkan pada 4 September 2018 dikemas dalam SIPA Goes to Cafe. Acara itu berisi pertunjukan seni yang diadakan di lima kafe di Solo, yakni Waroeng Kropoek, Diamond Restaurant, serta Double, Decker.

Acara pre-event SIPA 2018 selanjutnya pada 5 September 2018 dikemas dalam Sipa Goes to Campus yang digelar di Auditorium Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS). Acara tersebut dimeriahkan oleh Danilla, penyanyi indie yang sedang naik daun.

"SIPA 2018 digelar mulai 4-5 September 2018. Tapi, pembukaannya tetap tanggal 6 September 2018. Jadi, tanggal 4 dan 5 September 2018 itu pre-event SIPA 2018 yang dikemas dengan acara SIPA Goes to Cafe dan SIPA Goes to Campus. Jadi nanti ada seniman yang tampil di tempat-tempat itu. Semuanya gratis, kecuali yang di kampus UNS karena kita mengundang Danilla, musisi indie yang sedang naik daun di kalangan anak muda. Nanti ada tiket yang dijual oleh panitia mahasiswa," jelas Irawati Kusumosari.

Berbeda dari biasanya, SIPA 2018 ini bakal lebih meriah. Selama tiga hari berturut-turut, masyarakat Kota Solo akan dimanjakan dengan berbagai pertunjukan menarik. Ada pula sesi khusus untuk pelajar yang digelar mulai pukul 16.00 WIB sampai 18.00 WIB.

"Jadi kita ada kerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Solo untuk mengerahkan pelajar sekolah menengah pertama (SMP) menonton SIPA 2018. Mereka bisa melihat pertunjukan mulai pukul 16.00-18.00 WIB. Kami juga bekerja sama dengan komunitas jemparingan (panahan) yang biasa latihan di Sriwedari. Kami minta mereka pindah latihan di sekitar Benteng Vastenburg untuk menarik perhatian masyarakat," tutup Irawati Kusumosari.

Tokopedia